Baterai Mobil Listrik Memiliki Masa Pakai Rata-Rata Hingga 15 Tahun

Baterai mobil listrik jenis lithium ion rata-rata bertahan 10 hingga 15 tahun atau 200 ribu kilometer tergantung penggunaan dan suhu operasional.

Komponen baterai pada kendaraan listrik dilaporkan memiliki durasi pemakaian rata-rata selama 10 hingga 15 tahun atau menempuh jarak sekitar 200 ribu kilometer pada Selasa (21/4/2026). Ketahanan energi tersebut sangat bergantung pada jenis sel baterai serta pengaturan teknis yang diterapkan oleh masing-masing produsen kendaraan.

Dilansir dari Medcom, sebagian besar mobil listrik yang beredar saat ini mengandalkan teknologi lithium ion sebagai sumber tenaga utama. Baterai ini bekerja melalui siklus pengisian daya saat terhubung ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan pengosongan daya saat mobil dikendarai.

Faktor lingkungan seperti suhu ekstrem turut memengaruhi degradasi kemampuan penyimpanan energi. Paparan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat memperpendek usia pakai, di mana suhu tinggi cenderung mempercepat penurunan kualitas kimiawi di dalam sel baterai.

Efisiensi penyimpanan energi juga dipengaruhi oleh kebiasaan pengisian daya yang berlebihan. Pengisian daya yang melampaui kapasitas ideal dapat memicu perubahan reaksi kimia yang mengakibatkan daya baterai menjadi lebih cepat terkuras dari biasanya.

Secara teknis, baterai mobil listrik umumnya dirancang untuk mendukung hingga 1.000 kali siklus pengisian daya penuh. Meskipun tetap dapat digunakan setelah melewati ambang batas tersebut, kemampuan baterai biasanya akan mengalami penurunan performa hingga mencapai angka 40 persen.

Beberapa produsen otomotif saat ini menawarkan skema garansi penggantian baterai secara gratis guna meningkatkan kepercayaan konsumen. Namun, layanan penggantian tersebut sering kali dipadukan dengan kebijakan biaya berlangganan bulanan yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan.

Recommended