Aktivitas matahari ekstrem memicu gangguan sinyal radio kuat di Bumi setelah bintang pusat Tata Surya tersebut melepaskan dua ledakan flare kelas X dalam rentang waktu kurang dari tujuh jam pada Jumat, 24 April 2026.
Fenomena ini bersumber dari wilayah bintik matahari aktif AR4419 yang terletak di tepi barat laut Matahari. Berdasarkan laporan NOAA Space Weather Prediction Center yang dilansir dari Detik iNET, ledakan kedua mencapai puncaknya pada pukul 08.13 UTC dengan kekuatan flare X2.5.
Peristiwa tersebut dikategorikan sebagai pemadaman radio atau radio blackout level R3 yang tergolong kuat. Sebelumnya, wilayah yang sama juga melepaskan flare berkekuatan X2.4 pada pukul 01.07 UTC yang berdampak pada sisi Bumi yang terpapar sinar matahari.
Dalam klasifikasi astronomi, kelas X merupakan kategori ledakan matahari paling kuat. Angka di belakang huruf menunjukkan intensitas daya ledaknya, yang berarti flare X2.5 memiliki kekuatan dua setengah kali lipat dari kategori dasar X1.0.
Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA mencatat bahwa radiasi elektromagnetik dari ledakan ini mencapai Bumi dalam waktu sekitar delapan menit. Radiasi sinar-X dan ultraviolet tersebut mengionisasi lapisan bawah ionosfer sehingga mengganggu transmisi gelombang radio frekuensi tinggi.
Dampak langsung dari fenomena ini terasa pada sistem komunikasi radio HF yang digunakan secara luas oleh sektor penerbangan, pelayaran, dan layanan darurat. Sinyal dilaporkan mengalami pelemahan signifikan hingga hilang sementara di wilayah yang sedang mengalami waktu siang hari.
Meskipun terjadi ledakan besar, material plasma dari Coronal Mass Ejection (CME) diperkirakan tidak mengarah langsung ke Bumi karena posisi AR4419 berada di tepi matahari. Namun, potensi dampak tidak langsung tetap dipantau karena bisa memicu badai geomagnetik ringan.
Peningkatan aktivitas ini sejalan dengan periode puncak Siklus Matahari 25 yang ditandai dengan intensitas sunspot dan letusan yang lebih sering. Pemantauan terus dilakukan guna meminimalkan risiko pada teknologi satelit, navigasi, dan jaringan listrik global.