Kapten Chelsea, Reece James, mengakui keunggulan Arsenal dalam bola-bola mati. Ia menyebut set-piece yang dimiliki The Gunners sebagai yang terbaik di dunia.
James juga menyatakan kekecewaannya atas kekalahan yang dialami timnya dari Arsenal. Menurutnya, hasil tersebut kurang pantas, meskipun ia mengakui keunggulan lawan dalam situasi set-piece.
Chelsea harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 1-2 dalam laga lanjutan Premier League yang berlangsung ketat. Pertandingan tersebut diwarnai dengan beberapa peluang emas dari kedua tim.
Sempat menyamakan kedudukan, Chelsea memiliki peluang untuk berbalik unggul. Sayangnya, penyelamatan gemilang kiper Arsenal menggagalkan usaha tersebut. Tuan rumah kemudian kembali mencetak gol melalui skema sepak pojok.
Keadaan semakin sulit bagi Chelsea setelah Pedro Neto menerima kartu merah, memaksa tim tamu bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan.
James mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir pertandingan. "Sangat mengecewakan pulang tanpa poin. Saat skor 1-1, kami punya setengah peluang untuk membuatnya 2-1, kiper mereka melakukan penyelamatan bagus. Lalu mereka mendapat set-piece dan berhasil mencetak gol," ujarnya.
Kedua gol Arsenal dalam pertandingan tersebut tercipta dari situasi sepak pojok. James mengakui bahwa kekuatan bola mati kini menjadi senjata utama bagi banyak tim elite, termasuk Arsenal.
"Sepak bola sekarang di 2026, mungkin 90 persen gol berasal dari set-piece. Mereka adalah salah satu yang terbaik di dunia dalam hal itu. Sulit dihentikan, dan mereka mencetak dua gol hari ini dari sana," tambahnya.
Meskipun kecewa dengan hasil yang diraih, James tetap melihat sisi positif dari performa timnya. Chelsea mampu mencetak satu gol dan menciptakan beberapa peluang berbahaya sebelum kehilangan momentum akibat kartu merah.
Masalah Disiplin Chelsea
James menyoroti masalah disiplin yang kembali menghantui timnya musim ini. Ia merasa bahwa hal ini perlu segera diatasi agar tidak terus merugikan tim.
"Kami sudah membicarakan ini beberapa kali. Setiap kali pemainnya berbeda, bukan orang yang sama. Secara internal kami harus meninjau dan terus memperbaiki. Ini masalah, karena kami bermain di liga tersulit di dunia. Bermain 11 lawan 11 saja sudah berat, apalagi 11 lawan 10," tegasnya.
Meskipun hasil pertandingan tidak memihak Chelsea, James menegaskan kepercayaannya terhadap skuad dan staf pelatih. Ia yakin timnya mampu bangkit dan kembali bersaing dalam perburuan posisi papan atas.
"Kami harus berkumpul lagi dan mencoba lagi. Saya tidak ragu dengan tim dan staf. Hari ini bukan hari kami, tapi kami akan kembali," tutup sang kapten.