MedcoEnergi Catat Laba Bersih US$101 Juta pada 2025

PT Medco Energi Internasional Tbk membukukan laba bersih US$101 juta pada 2025, menurun dari US$367 juta di tahun sebelumnya. Kinerja operasional tetap solid.

PT Medco Energi Internasional Tbk mencatatkan laba bersih sebesar US$101 juta pada tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan perolehan US$367 juta pada tahun 2024. Penurunan ini, seperti dilansir dari Medcom, dipengaruhi oleh tekanan harga komoditas global dan beberapa faktor non-operasional.

Faktor-faktor utama yang menyebabkan penurunan laba bersih mencakup kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, adanya penurunan nilai aset non-kas, serta biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga. Meski demikian, kinerja operasional perusahaan tetap menunjukkan stabilitas yang solid.

Di tengah tantangan tersebut, MedcoEnergi berhasil mempertahankan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) pada level US$1,264 miliar. Angka ini relatif stabil meskipun harga minyak rata-rata turun 15% dari US$78 menjadi US$67 per barel, dan harga gas melemah dari US$7,0 menjadi US$6,8 per mmbtu.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, menegaskan bahwa perusahaan mampu membukukan kinerja yang kuat bagi pemegang saham. "Pada 2025 kami membukukan kinerja yang kuat bagi Perusahaan dan pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27%, dengan pengembalian sebesar AS$110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi Minyak & Gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh," ujar Lorato.

Dari aspek operasional, produksi minyak dan gas meningkat hingga 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd). Kenaikan ini didukung oleh kontribusi dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, serta kinerja optimal di Oman Block 60. Perseroan bahkan menutup tahun dengan tingkat produksi di atas 170 mboepd.

Investasi dan Ekspansi

Untuk mendorong pertumbuhan, MedcoEnergi mengalokasikan belanja modal sebesar US$437 juta. Fokus investasi ini diarahkan pada pengembangan aset migas dan sektor ketenagalistrikan. Biaya produksi migas tetap terkendali pada level US$8,6 per boe, sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan perusahaan.

Neraca keuangan menunjukkan peningkatan utang konsolidasi menjadi US$3,646 miliar. Peningkatan ini sebagian besar digunakan untuk pembelian FPSO Marlin Natuna, yang krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi di Lapangan Forel, serta membiayai proyek energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas. Meskipun demikian, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen migas masih tergolong sehat, yaitu 2,0 kali.

Likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan posisi kas sebesar US$633 juta. MedcoEnergi juga meningkatkan nilai dividen menjadi US$80 juta atau sekitar Rp53,4 per saham, naik 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembalian nilai bagi pemegang saham.

Pengembangan Portofolio dan Target 2026

MedcoEnergi memperkuat portofolio di Sumatra dengan meningkatkan participating interest di PSC Corridor menjadi 70% dan di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40%. Perseroan juga mengakuisisi 45% participating interest di PSC Sakakemang. Selain itu, pada 31 Maret 2026, MedcoEnergi menandatangani PSC Cendramas, menandai kembalinya perusahaan sebagai operator blok minyak lepas pantai di Malaysia.

Di segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, dengan energi terbarukan berkontribusi 25%. Belanja modal sebesar US$35 juta dialokasikan untuk pengembangan proyek seperti Pembangkit Panas Bumi Ijen, PLTS Bali Timur, serta ekspansi Batam ELB. Sementara itu, Amman Mineral Internasional mencatatkan produksi konsentrat sebesar 446.563 metrik ton kering, mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102,8 ribu ons emas.

Memasuki tahun 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas berada di kisaran 165–170 mboepd, dengan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh. Target biaya produksi migas juga diharapkan tetap di bawah US$10 per boe. Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, mengungkapkan optimisme terhadap prospek perusahaan ke depan. Ia menegaskan fokus perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan serta mendorong pertumbuhan produksi dan penjualan listrik ke level yang lebih tinggi.

Recommended