Mendikdasmen Abdul Mu’ti Imbau Sekolah Hemat Energi dan Manfaatkan Transportasi Umum

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mendorong sekolah efisiensi energi, hemat listrik, air, serta gunakan transportasi umum dan sepeda.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau seluruh warga pendidikan untuk berkontribusi dalam upaya efisiensi energi. Imbauan ini disampaikan di tengah isu potensi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipicu konflik di Timur Tengah. Langkah penghematan diharapkan dapat diterapkan melalui penggunaan listrik dan air yang lebih bijak di lingkungan sekolah, serta pengembangan budaya hidup sehat.

Selain penghematan energi di fasilitas sekolah, Abdul Mu'ti juga mendorong siswa dan guru untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan. Bagi mereka yang memiliki jarak rumah dan sekolah yang relatif dekat, jalan kaki atau bersepeda menjadi pilihan yang sangat disarankan. Kebiasaan ini, menurut Mu'ti, sudah tidak asing lagi bagi para pelajar, bahkan sempat dipraktikkan secara luas saat pandemi COVID-19.

Dalam keterangannya, seperti dilansir dari Medcom, Abdul Mu'ti menyoroti manfaat dari kebiasaan jalan kaki atau bersepeda. "Kenapa kebiasaan itu kita juga lanjutkan lagi (seperti masa COVID-19)? Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu'ti mengemukakan pentingnya memaksimalkan penggunaan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Namun, ia menyadari bahwa ketersediaan sarana transportasi umum yang aman dan nyaman masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

Mu'ti menekankan, "Menurut saya ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di mana pun untuk memperbaiki sarana transportasi umum sehingga anak-anak kita ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum itu kan lebih hemat energi, juga bisa mengurangi polusi."

Meskipun ada fokus pada efisiensi energi, Mendikdasmen memastikan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah akan tetap berjalan normal. Tidak ada rencana untuk mengurangi jadwal PTM atau kembali menerapkan pembelajaran daring. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas pendidikan sambil mendorong kesadaran akan pentingnya efisiensi energi di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

Recommended