Mendikdasmen Soroti Rendahnya Hasil Awal TKA SMP 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan hasil awal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP 2026 menunjukkan capaian yang masih rendah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyoroti hasil awal Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 yang menunjukkan kemampuan siswa Indonesia masih rendah. Pernyataan ini disampaikan Mu'ti di Jakarta pada Kamis, 9 April 2026.

Menurut Mu'ti, capaian TKA SMP sementara ini tidak jauh berbeda dengan hasil TKA SMA tahun 2025 yang juga sempat menjadi perhatian karena nilai yang kurang memuaskan, dilansir dari Medcom. Kondisi ini mengindikasikan adanya permasalahan pembelajaran yang bersifat sistemik dan telah muncul sejak pendidikan dasar.

"Hasilnya sudah kita ketahui dan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Tidak jauh berbeda dengan hasil tes SMA," ujar Mu'ti. Ia menambahkan, fokus perbaikan harus dimulai dari fondasi di sekolah dasar untuk mengatasi persoalan ini.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa nilai TKA kini secara resmi menjadi komponen penting dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Integrasi TKA ini bertujuan untuk menciptakan standar evaluasi yang lebih komprehensif dibandingkan hanya mengandalkan nilai rapor.

"Jika sebelumnya penilaian akademik hanya berdasarkan rapor, kini ditambah dengan nilai TKA sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan," kata Mu'ti, dikutip dari CNN Indonesia. Berbeda dengan ujian nasional (UN) terdahulu, TKA dirancang untuk mengukur literasi, numerasi, karakter, dan lingkungan belajar siswa.

Penyusunan soal TKA untuk jenjang SMP melibatkan pemerintah pusat dan provinsi, memungkinkan pemetaan kemampuan siswa secara regional. Sementara itu, soal TKA SD disusun oleh pemerintah kabupaten/kota agar capaian dapat terukur di tingkat daerah.

Rendahnya Rerata Nilai TKA SMA 2025

Data hasil TKA 2025 untuk siswa kelas 12 SMA yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan nilai yang sangat tidak memuaskan. Rerata nilai nasional pada mata pelajaran wajib tidak ada yang mencapai angka 60 dari skala 0-100.

Sebagai contoh, rerata nilai Bahasa Indonesia secara nasional adalah 55,38. Untuk Matematika, rerata nilai mencapai 36,10, dan nilai terendah adalah Bahasa Inggris dengan rerata 24,93.

Partisipasi dan Integritas Pelaksanaan TKA 2026

Menteri Mu'ti juga menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA secara nasional berjalan lancar dengan penekanan pada aspek integritas. Sebanyak 98 persen siswa SD dan SMP sederajat mengikuti TKA 2026, melebihi harapan pemerintah. Namun, sekitar dua persen siswa tidak berpartisipasi karena alasan psikologis atau pertimbangan orang tua, seperti diberitakan oleh Kompas.com.

Mu'ti mengingatkan siswa dan sekolah untuk menjunjung tinggi integritas selama TKA berlangsung. "Kerjakan dengan jujur dan gembira. Karena ini adalah bagian dari proses bukan akhir," pesannya, dikutip dari Tempo.co. Proteksi teknis telah dirancang untuk mencegah kecurangan, dan skema fleksibel disiapkan untuk daerah 3T serta sekolah terdampak bencana.

Mata Uji dan Lini Masa Pelaksanaan TKA 2026

TKA memiliki mata uji yang berbeda untuk setiap jenjang. Untuk kelas 6 SD/MI/Paket A, mata uji meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara itu, untuk kelas 9 SMP/MTs/Paket B, mata uji yang sama juga diterapkan.

Pada jenjang kelas 12 SMA/MA/Paket C, SMK/MAK, dan kelas 13 SMK program 4 tahun, mata uji TKA meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan dari daftar yang luas seperti Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, PPKn/Pendidikan Pancasila, Bahasa Arab, Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan, Ekonomi, dan Bahasa Jerman.

Lini masa pelaksanaan TKA 2026 jenjang SD dan SMP yang diunggah oleh @litbangdikbud adalah sebagai berikut:

Jadwal Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 Jenjang SD dan SMP
Tahap Tanggal
Pendaftaran 19 Januari-28 Februari 2026
Simulasi SMP 23 Februari-1 Maret 2026
Simulasi SD 2-8 Maret 2026
Gladi Bersih 9-17 Maret 2026
Pelaksanaan Utama SMP 6-16 April 2026
Pelaksanaan Utama SD 20-30 April 2026
Pelaksanaan Susulan 11-17 Mei 2026
Pengolahan Hasil 18 Mei-23 Mei 2026
Pengumuman Hasil 24 Mei 2026

Meskipun nilai TKA akan menjadi nilai tambah dalam jalur prestasi SPMB, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati menegaskan bahwa hasil tes ini tidak menjadi penentu tunggal kelulusan siswa. Kewenangan kelulusan tetap berada di tangan masing-masing satuan pendidikan.

Recommended