Konflik Internal AS Roma Memanas Setelah Perselisihan Ranieri dan Gasperini

Ketegangan antara Claudio Ranieri dan pelatih Gian Piero Gasperini memuncak di Trigoria, memicu rencana kedatangan pemilik klub keluarga Friedkin.

Manajemen AS Roma menghadapi krisis internal serius setelah perselisihan antara Claudio Ranieri dan pelatih kepala Gian Piero Gasperini memuncak pada Selasa (14/04/2026). Ketegangan ini memicu rencana intervensi langsung dari keluarga Friedkin selaku pemilik klub guna meredam situasi di markas tim, Trigoria.

Dilansir dari Bola, friksi tersebut melibatkan adu argumen sengit di hadapan Direktur Olahraga Ricky Massara. Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa situasi telah mencapai level ekstrem hingga Claudio Ranieri mempertimbangkan untuk meletakkan jabatannya sebagai bentuk protes atas kondisi yang terjadi.

Gian Piero Gasperini merespons situasi ini dengan mendesak kepastian mengenai visi jangka panjang klub. Meski telah menerima dukungan verbal dari Presiden Dan Friedkin melalui panggilan video, mantan pelatih Atalanta tersebut merasa dukungan tersebut belum cukup kuat tanpa langkah konkret dari pihak manajemen.

"Kepercayaan memang sudah diucapkan, tapi saya butuh bukti nyata dalam tindakan," kata Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma. Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan sang pelatih terhadap pola komunikasi internal yang dianggapnya berantakan, terutama setelah kemenangan tim melawan Pisa pada pekan lalu.

Gasperini secara khusus menyoroti buruknya koordinasi dengan dua direktur klub lainnya dalam laporan resminya kepada pemilik. Muncul spekulasi di pihak pelatih bahwa kritik tajam yang dilontarkan Ranieri sebenarnya merepresentasikan pandangan pribadi Dan Friedkin, yang semakin mempersulit konsolidasi di jajaran manajemen.

Keluarga Friedkin dikabarkan telah memesan slot pendaratan pesawat pribadi di Bandara Ciampino, Roma, sebagai langkah darurat sejak awal pekan ini. Kedatangan Dan dan Ryan Friedkin dari Texas sangat dinantikan untuk mengambil keputusan tegas terkait masa depan struktur kepemimpinan klub di ibu kota Italia tersebut.

Saat ini, Gasperini menyatakan komitmennya untuk tetap fokus membawa tim finis di posisi terbaik pada akhir musim. Namun, ia memberikan peringatan akan meninggalkan klub jika tidak segera ada penyelarasan komunikasi dan jawaban cepat mengenai rencana pembangunan skuad untuk musim mendatang.

Recommended