Madura United akhirnya mampu meraih kemenangan setelah melewati 11 pertandingan tanpa hasil maksimal. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut berhasil menundukkan Persik Kediri dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, pada 11 April 2026. Keberhasilan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga mengakhiri posisi mereka di zona degradasi yang telah berlangsung selama satu bulan.
Kemenangan ini menjadi bukti keputusan strategis manajemen untuk memindahkan markas tim ke Stadion Gelora Bangkalan di sisa musim BRI Super League 2025/2026. Laga melawan Persik Kediri ini sekaligus menjadi penampilan perdana mereka di SGB musim ini, dan tuah stadion tersebut terbukti langsung memberikan hasil positif.
Pelatih karteker Madura United, Rakhmad Basuki, menyampaikan bahwa performa timnya belum mencapai level terbaik, namun efektivitas serangan menjadi kunci kemenangan. Meskipun mendapat tekanan bertubi-tubi dari Persik Kediri, Madura United mampu mengamankan poin penuh.
"Laga yang berat. Kami tidak tampil cukup bagus, tetapi kita dapat tiga poin dan itu penting. Pujian juga untuk Persik, mereka bermain bagus. Gol yang mereka cetak bagus jadi kami bersyukur dapat tiga poin," ujar Rakhmad setelah pertandingan, dikutip dari Bola.
Rakhmad Basuki juga memberikan apresiasi kepada lini pertahanan dan gelandang bertahan timnya. "Apresiasi untuk pemain bertahan dan gelandang bertahan baik, menunggu kesalahan lawan dan memanfaatkan transisi cepat," sambungnya.
Semangat Baru Jelang Derby Suramadu
Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang sangat berharga bagi Madura United, terutama setelah beban mental yang berat akibat 11 laga tanpa kemenangan. Kini, fokus tim langsung beralih ke pertandingan krusial berikutnya, yakni Derby Suramadu melawan Persebaya Surabaya.
Dengan modal kepercayaan diri yang telah pulih, Rakhmad Basuki menunjukkan optimisme menghadapi rival tetangga. "Arti kemenangan ini sangat penting, momentum tidak boleh hilang. Kepercayaan diri makin baik, makin bagus. Tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola. Kami ditunggu lawan berat Persebaya. Tetapi dengan tiga poin, kepercayaan diri jadi naik," tutupnya.
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, sebelumnya mengungkapkan keprihatinannya atas performa tim musim ini. "Entah apa yang terjadi di musim ini, walaupun sudah bermain baik dengan semangat tinggi, tapi kami selalu diberi hasil yang tak baik. Sampai kasihan saya melihat pemain," ucap Achsanul. Ia berharap SGB dan semangat Bangkalan memberikan kemudahan.
Manajer Madura United, Umar Wachdin, juga menegaskan bahwa perpindahan ke Bangkalan bukan sekadar relokasi, melainkan upaya membawa semangat baru untuk lepas dari jerat degradasi. "Semua akan kami lakukan demi mencari yang terbaik. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk membawa Madura United meraih hasil maksimal," jelas Umar.
Dukungan suporter juga diharapkan menjadi energi tambahan yang signifikan. Kapten tim, Lulinha, yang merayakan ulang tahun ke-36 bertepatan dengan laga tersebut, juga menekankan pentingnya kemenangan tim. "Saya berharap Tuhan memberi kami tiga poin dan saya tentu berharap bisa cetak gol. Tapi yang paling penting tim memenangkan laga, terutama dalam momen ini," tegas Lulinha, sebagaimana dilansir Bola. Ia juga mengajak suporter untuk datang ke stadion, meyakini bahwa energi positif dari tribun akan membantu tim untuk bangkit.