Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi UMKM untuk naik kelas bukanlah masalah pembiayaan, melainkan gempuran produk impor ilegal.
Maman menduga perusahaan kargo menjadi salah satu pintu masuk utama bagi barang impor ilegal. Ia juga menyoroti adanya indikasi kerja sama antara perusahaan kargo dengan oknum Bea Cukai.
"Ini biang onar, ini perusahaan kargo yang bermain dengan oknum, oknum di Bea Cukai. Ini transaksinya itu adalah perusahaan kargo itu," ujar Maman dalam diskusi media di Kementerian UMKM, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Maman menyoroti temuan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang membuktikan adanya transaksi harian antara perusahaan kargo dan oknum petugas.
Maman menduga praktik tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu perusahaan kargo. "Pertanyaannya apakah cuma satu perusahaan kargo Blue Ray itu aja tuh? Nggak mungkin, nggak mungkin. Itu pasti lebih banyak. Dan belum lagi pintu-pintunya tuh, bukan cuma di Tanjung Priok. Bukan cuma di Semarang. Bukan cuma di Surabaya. Bukan mana-mana," imbuh Maman.
Maman mencontohkan produk sederhana yang seharusnya dapat diproduksi oleh industri dalam negeri, tetapi justru dibanjiri impor. "Pokoknya, selama itu masih ada permainannya itu, saya ngomongin terus. Celana masa kita sendiri nggak bisa. Celana dalam aja underwear lho ,bayangin. Underwear itu yang nggak dilihatin, nggak kelihatan kan. Masa itu aja kita masih harus impor? Enggak masuk akal," tutur Maman.