Meta membagikan informasi terbaru mengenai upaya mereka dalam memberantas akun penipu di platform media sosial Facebook dan Instagram. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengumumkan telah menghapus hampir 11 juta akun yang terindikasi melakukan penipuan.
Sepanjang tahun 2025, Meta menonaktifkan 10,9 juta akun di Facebook dan Instagram yang terkait dengan pusat-pusat penipuan yang berlokasi di Myanmar, Laos, Kamboja, Uni Emirat Arab, dan Filipina.
Meta menyatakan bahwa dalam proses investigasi, mereka mengamati bahwa operasi penipuan semakin canggih dan terorganisasi, dengan praktik penipuan yang terus berkembang dalam skala industri.
Selain akun, Meta juga menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan. Sebanyak 92% dari iklan tersebut telah ditindak sebelum adanya laporan dari pengguna.
Lebih lanjut, Meta menghapus lebih dari 59 juta konten di Facebook dan Instagram yang melanggar kebijakan terkait Penipuan dan Praktik Menyesatkan. Sembilan puluh persen konten tersebut dihapus sebelum dilaporkan oleh pengguna.
Meta juga bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam operasi internasional yang melibatkan Kepolisian Kerajaan Thailand untuk membongkar jaringan penipuan online di Asia Tenggara. Operasi ini berhasil menonaktifkan lebih dari 150.000 akun yang terkait dengan jaringan pusat penipuan.
Meta menjelaskan bahwa informasi yang dibagikan oleh mereka turut berkontribusi pada 21 penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Kerajaan Thailand.
Guna melindungi pengguna dari percobaan penipuan online, Meta baru-baru ini mengumumkan serangkaian fitur keamanan baru untuk WhatsApp, Facebook, dan Messenger.
Pengguna WhatsApp kini akan menerima peringatan ketika sistem Meta mendeteksi adanya permintaan untuk menghubungkan akun dengan perangkat asing yang terindikasi mencurigakan.
Uji coba peringatan serupa juga dilakukan untuk permintaan teman yang mencurigakan di Facebook. Sementara itu, pengguna Messenger akan mendapatkan fitur deteksi penipuan yang lebih canggih, yang dapat mendeteksi indikasi mencurigakan seperti informasi lowongan kerja palsu.