Microsoft Defender Alami Kerentanan Keamanan Serius Akibat Celah Red Sun

Celah keamanan Red Sun pada Microsoft Defender memungkinkan peretas mengambil alih kendali PC Windows melalui pemulihan file berbahaya.

Sistem keamanan Microsoft Defender dilaporkan memiliki celah fatal bertajuk Red Sun yang memungkinkan peretas mengambil alih kendali komputer Windows pada Kamis (23/4/2026). Temuan ini diungkap oleh peneliti siber independen anonim bernama Chaotic Eclipse yang mengidentifikasi kegagalan sistem dalam menangani file berbahaya.

Dilansir dari Detik iNET, kerentanan ini bersumber dari cara kerja antivirus yang justru memulihkan file berbahaya berlabel cloud alih-alih menghapusnya. Celah ini memberikan ruang bagi pelaku kejahatan siber untuk menimpa file sistem dan meningkatkan hak akses secara ilegal.

Kondisi tersebut dinilai kritis karena peretas dapat mengeksploitasi mekanisme penulisan ulang file ke lokasi penyimpanan semula. Selain Red Sun, para pakar keamanan mengonfirmasi adanya eksploitasi aktif terhadap dua celah lainnya, yakni BlueHammer dan UnDefend.

"Saya pikir produk anti-malware seharusnya menghapus file berbahaya, bukan malah memastikan file tersebut tetap ada di sana," ujar Chaotic Eclipse, peneliti keamanan siber yang membongkar kerentanan tersebut. Kritik ini muncul setelah dirinya merasa pihak Microsoft tidak memberikan respons serius terhadap temuan keamanan yang ia laporkan.

Hubungan antara peneliti tersebut dan Microsoft Security Response Center (MSRC) dilaporkan meregang setelah pengungkapan eksploitasi zero-day BlueHammer awal bulan ini. Chaotic Eclipse memutuskan merilis kode pembobolan ke publik karena menganggap raksasa teknologi itu mengabaikan risiko keamanan yang ada.

Identifikasi celah Red Sun terjadi secara tidak sengaja ketika sang peneliti sedang melakukan analisis terhadap tambalan keamanan CVE-2026-33825. Penemuan ini memicu perdebatan di komunitas siber mengenai efektivitas perlindungan bawaan pada sistem operasi Windows 11 dan versi lainnya.

Sejumlah ahli keamanan kini menyarankan pengguna untuk mempertimbangkan penggunaan perangkat lunak pelindung dari pihak ketiga. Langkah ini direkomendasikan sebagai bentuk antisipasi atas lambatnya penanganan celah keamanan sistem oleh pengembang utama PC Windows tersebut.

Recommended