Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai mendistribusikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan pada minggu ini, Rabu (29/4/2026), guna merespons lonjakan harga jagung di tingkat peternak. Langkah ini diambil setelah harga jagung pakan menembus angka Rp 6.758 per kilogram (kg) di pasar.
Melalui penugasan kepada Perum Bulog, sebanyak 242 ribu ton jagung akan dialokasikan untuk membantu lebih dari 5.000 peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi. Harga di tingkat peternak saat ini tercatat telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar 16,52 persen dari batas normal Rp 5.800 per kg.
Dilansir dari Detik Finance, Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengonfirmasi bahwa verifikasi data penerima telah rampung bersama Kementerian Pertanian. Penyaluran ini ditargetkan menyasar peternak dengan total populasi mencapai 53 juta ekor unggas di seluruh wilayah sasaran.
"Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan tentunya minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan," ujar Maino Dwi Hartono, Direktur SPHP Bapanas. Ia menambahkan bahwa program ini akan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Pemerintah menetapkan harga jagung SPHP sebesar Rp 5.000 per kg untuk pengambilan langsung di gudang Bulog. Sementara itu, harga maksimal di tingkat peternak dibatasi sebesar Rp 5.500 per kg, jauh di bawah harga pasar saat ini yang mencapai hampir Rp 7.000 per kg.
Skema distribusi akan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi peternak yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026. Dari total alokasi, sebanyak 213,1 ribu ton akan segera dicairkan, sedangkan sisa 28,8 ribu ton disimpan sebagai cadangan untuk usulan peternak baru.
Bapanas menekankan pentingnya menjaga fluktuasi harga jagung agar tidak berdampak pada kenaikan harga komoditas lain seperti telur dan daging ayam ras. Pengawasan ketat juga dilakukan di wilayah sentra produksi agar penyaluran jagung subsidi ini tidak merusak harga jual petani lokal saat memasuki masa panen raya.