Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, merespons desakan suporter yang menginginkan dirinya angkat kaki dari kursi kepelatihan. Tuntutan ini muncul setelah Laskar Sambernyawa gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di BRI Super League 2025/2026.
Dari lima laga tersebut, Persis Solo hanya mampu mencatatkan tiga hasil imbang, yang semakin memperburuk posisi mereka di klasemen sementara. Saat ini, Persis masih terpuruk di urutan ke-18 dengan raihan 13 poin dari 22 pertandingan.
Kekecewaan suporter memuncak saat Persis gagal mempertahankan keunggulan saat menjamu PSBS Biak. Teriakan 'Milo Out' menggema dari Stadion Manahan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Milomir Seslija menilai performa anak asuhnya sebenarnya tidak terlalu buruk. Ia menekankan bahwa timnya mampu mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, meskipun penyelesaian akhir masih menjadi masalah.
"Sebetulnya sederhana. Jika saja kami sama sekali tidak mampu menciptakan peluang saat melawan PSBS Biak, okelah saya siap bertanggung jawab atas hasil ini," ujar pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut.
Milo berharap suporter dapat memberikan waktu baginya untuk membuktikan kualitasnya. Ia berpendapat bahwa pergantian pelatih di tengah musim akan menciptakan tantangan baru bagi tim.
"Namun, apa yang akan kita dapatkan jika kita mengganti pelatih? Apabila ingin menerapkan visi baru, maka ini akan membutuhkan waktu. Saat ini, kami tengah membangun tim dan chemistry," kata dia.
Butuh Proses Adaptasi
Lebih lanjut, Milo menjelaskan bahwa sebagian besar pemain Persis Solo merupakan rekrutan baru pada bursa transfer paruh musim. Oleh karena itu, tim masih membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan dan chemistry.
"Kami kedatangan banyak pemain baru, dan mereka belum bermain bersama dalam waktu yang lama. Kami memiliki striker yang baru bergabung beberapa hari yang lalu. Sedangkan secara keseluruhan, kami baru berlatih bersama selama empat pekan," imbuhnya.
Milo juga meminta semua pihak untuk lebih objektif dalam menilai performa Persis Solo. Menurutnya, tim telah menunjukkan peningkatan dari segi taktik dan mampu mendominasi permainan.
"Dengan kondisi tim yang baru bersama dalam waktu singkat ini, kami tetap bisa bermain dominan dan bisa menciptakan banyak peluang. Jadi, saya harap orang-orang bisa melihat permasalahan ini secara lebih obyektif," ujar dia.