Model AI Mythos Anthropic Ancam Keamanan Siber Sektor Keuangan Global

Menteri Keuangan AS dan Gubernur The Fed panggil bos bank untuk bahas risiko siber AI Anthropic. Para eksekutif Kanada juga bertemu membahas potensi bahaya Mythos.

Potensi ancaman siber yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) Mythos milik Anthropic telah menjadi perhatian utama bagi sektor keuangan global. Kekhawatiran ini mendorong pertemuan mendadak antara Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve atau The Fed) Jerome Powell dengan para CEO bank-bank besar. Mereka membahas risiko canggih yang bisa mengganggu stabilitas sistem finansial, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pertemuan yang diadakan di kantor Departemen Keuangan AS ini melibatkan pimpinan dari Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Wells Fargo. Namun, CEO JPMorgan Jamie Dimon diketahui tidak hadir. Diskusi ini menandakan bahwa pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump melihat kemampuan AI yang semakin maju sebagai isu penting yang berpotensi merusak fondasi ekonomi.

Tidak hanya di AS, kekhawatiran serupa juga meluas hingga Kanada. Para eksekutif dan regulator bank Kanada turut bertemu untuk membahas risiko keamanan siber dari model AI Mythos. Diskusi ini diinisiasi oleh Kelompok Ketahanan Sektor Keuangan Kanada (CFRG) yang dipimpin oleh Alexis Corbett, chief operating officer Bank of Canada. CFRG melibatkan perwakilan dari Departemen Keuangan, Kantor Pengawas Lembaga Keuangan, serta bank-bank terbesar Kanada dan Desjardins Group.

Model AI terbaru Anthropic, Claude Mythos Preview, diluncurkan secara terbatas karena adanya kekhawatiran bahwa teknologinya bisa disalahgunakan oleh peretas. Model ini mampu mendeteksi dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak hingga tingkat yang sangat berbahaya, menurut para pakar keamanan siber. Anthropic sendiri mengakui bahwa Mythos dapat digunakan baik untuk tujuan defensif, seperti menemukan dan memperbaiki celah dalam kode, maupun tujuan ofensif oleh pelaku ancaman.

Meskipun demikian, Anthropic telah memberikan penjelasan kepada pejabat senior pemerintah AS terkait kapabilitas model ini, termasuk potensi penggunaannya dalam skenario ofensif dan defensif. CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan, "Bahaya jika ini salah ditangani sudah jelas, tetapi jika kita melakukannya dengan benar, ada peluang nyata untuk menciptakan internet dan dunia yang secara fundamental lebih aman dibanding sebelum adanya kemampuan siber berbasis AI."

Sejumlah perusahaan besar telah menjadi mitra awal dalam inisiatif keamanan siber bernama Project Glasswing, yang bertujuan memanfaatkan Mythos untuk meningkatkan pertahanan. Di antara mitra tersebut adalah Apple, Google, Microsoft, Nvidia, Amazon, CrowdStrike, Palo Alto Networks, dan JPMorgan Chase. Kerjasama ini menunjukkan upaya kolektif untuk mengatasi risiko siber yang kompleks di tengah kemajuan pesat teknologi AI.

Keterlibatan pemerintah AS dalam isu model Mythos ini juga terjadi di tengah sengketa antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS. Sebelumnya, Departemen Pertahanan melabeli Anthropic sebagai risiko rantai pasokan bagi keamanan nasional, bahkan Presiden Trump memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan platform perusahaan tersebut. Meskipun ada kritik, Departemen Pertahanan AS dilaporkan tetap menggunakan model Claude selama konflik Iran berlangsung.

Recommended