Mohamed Salah sedang menghadapi musim yang berat bersama Liverpool. Namun, performanya tetap melampaui bintang Premier League lain, termasuk Bukayo Saka.
Sorotan ini muncul dalam program "Inside Liverpool" di talkSPORT, yang menyoroti bahwa pencapaian Salah justru membuktikan kualitasnya sebagai pemain top.
Musim ini memang penuh tantangan bagi pemain asal Mesir tersebut. Selain sempat berselisih dengan pelatih Arne Slot, performanya di lapangan juga dinilai menurun.
Salah sempat menunjukkan kualitasnya saat Liverpool mengalahkan Galatasaray 4-0 di Liga Champions. Gol indahnya membantu tim bangkit.
Momen itu terasa spesial bagi suporter di Anfield, yang mulai menyadari bahwa ini bisa menjadi bulan-bulan terakhir Salah bersama klub.
"Kita memang mengkritik Salah musim ini, tapi melihatnya di depan Kop pada malam Liga Champions, selebrasinya, itu momen yang spesial," kata pembawa acara, Sam Ellard.
Pendukung Liverpool, Paul Smith, menyoroti dukungan suporter kepada Salah, bahkan setelah gagal penalti.
"Setelah penalti yang gagal itu, para fans tetap menyanyikan namanya. Seluruh stadion ikut melakukannya," ujarnya.
Smith menilai Salah tetap mampu membuat perbedaan kapan saja.
"Salah selalu seperti itu. Dia bisa tampil buruk dalam satu pertandingan, tapi tetap bisa mencetak gol spektakuler. Dia punya kualitas itu," ucapnya.
Smith juga melihat tanda-tanda bahwa perjalanan Salah di Liverpool akan segera berakhir.
"Dalam olahraga apa pun, ketika Anda mendekati akhir, biasanya tanda-tandanya terlihat, dan saya rasa, kita sudah melihatnya."
"Saya memang merasa ini mulai menuju akhir, tapi itu wajar untuk pemain seusianya dan dengan konsistensi yang sudah ia tunjukkan selama enam atau tujuh tahun terakhir."
"Dia luar biasa, dan kalau ini memang akhir, kita harus menikmati sisa waktunya," lanjut Smith.
Gol ke gawang Galatasaray menjadi yang ke-10 bagi Salah musim ini di semua kompetisi. Dengan sembilan assist, total kontribusinya mencapai 19.
Angka ini tergolong rendah dibandingkan rata-rata 44 per musim dalam delapan tahun terakhir.
Meski begitu, bahkan dalam musim yang dianggap "buruk", statistik Salah masih lebih baik dari pemain top lain.
Ia mencatatkan lebih banyak kontribusi gol dibandingkan Bukayo Saka (14) dan Jeremy Doku (12).
"Itu kredit besar untuk dirinya sendiri," kata Jermaine Pennant, mantan pemain Liverpool.
"Ini musim terburuknya di Liverpool, tapi statistiknya masih lebih baik dari pemain bintang lain."
"Itu menunjukkan betapa luar biasanya dia selama ini," katanya lagi.
Pennant menilai angka tersebut akan dianggap bagus jika dicapai pemain baru dengan harga mahal.
"Kalau kita mengeluarkan 80 juta paun untuk pemain sayap, lalu dia mencatatkan angka seperti itu, kita pasti bilang itu musim yang bagus."
Performa Salah juga disebut terbantu oleh perubahan posisi saat melawan Galatasaray. Ia bermain lebih ke dalam, tidak terlalu melebar.
Perubahan itu dinilai memberi dampak positif.
"Itu cara bermain yang disukai Salah. Dia memang suka melebar, tapi ingin beroperasi dekat penyerang, memainkan kombinasi satu-dua," jelas Pennant.
"Musim ini, dia terlalu sering berada di garis pinggir, sehingga sulit melewati lawan."
"Semakin dia bermain di area dalam dan dekat gawang, kita bisa melihat kemampuannya, dan itu yang terlihat musim lalu," ulasnya.
Pennant menambahkan, meski tidak selalu tampil menonjol, Salah tetap mampu memberikan kontribusi penting.
"Musim lalu mungkin bukan yang terbaik, tapi pada akhirnya dia tetap muncul dengan gol dan assist," ujarnya.