MotoGP Siapkan Sistem Peringatan Kecelakaan Otomatis, Bakal Siap 2027

MotoGP sedang mengembangkan sistem peringatan kecelakaan berbasis sensor dan perangkat lunak yang diperkirakan siap beroperasi penuh pada musim 2027.

MotoGP tengah bersiap menghadirkan inovasi keselamatan baru yang akan merevolusi cara pembalap menerima peringatan saat terjadi kecelakaan di lintasan. Sistem peringatan kecelakaan berbasis sensor dan perangkat lunak ini ditargetkan siap beroperasi penuh pada musim 2027, setelah penyempurnaan sistem GPS.

Teknologi baru ini dirancang untuk mendeteksi secara otomatis saat seorang pembalap terjatuh. Setelah insiden teridentifikasi, motor yang terlibat akan mengirimkan sinyal ke sistem pencatat waktu yang kemudian akan memberi peringatan kepada pembalap lain di area berbahaya.

Peringatan tersebut akan muncul melalui lampu belakang motor yang berkedip, memberikan sinyal bahaya yang lebih cepat dan jelas. Hal ini diharapkan mampu menggantikan sistem konvensional seperti bendera kuning, panel pinggir lintasan, atau notifikasi di dashboard motor, sebagaimana dilansir dari Bola.

Direktur Teknologi MotoGP, Corrado Cecchinelli, menjelaskan bahwa sistem peringatan kecelakaan ini sebenarnya sudah hampir siap digunakan. Namun, satu elemen penting yang harus disempurnakan terlebih dahulu adalah sistem pelacakan posisi pembalap yang lebih presisi.

“Begitu kami yakin memiliki sistem pelacakan posisi pembalap yang akurat dan andal, kami akan bisa menerapkan sistem peringatan kecelakaan,” ujar Cecchinelli.

Ia menambahkan bahwa saat ini MotoGP memang menggunakan GPS, namun perangkat tersebut lebih untuk kebutuhan siaran televisi dan belum memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. GPS yang ada belum bisa menentukan secara presisi apakah motor berhenti di lintasan atau di jalur servis, serta belum akurat memastikan pembalap masih di zona bahaya.

“Perkiraan saya adalah tahun 2027, karena pada tahun itu kami sudah merencanakan revolusi besar dalam sistem GPS kami,” tambah Cecchinelli.

Meskipun demikian, sebagian besar elemen sistem peringatan kecelakaan ini sudah berfungsi dengan baik. Perangkat lunak pendeteksi kecelakaan mampu mengidentifikasi insiden secara otomatis melalui sensor di motor.

Selain itu, komunikasi dua arah antara motor dan Race Direction juga sudah berjalan lancar. Sistem bahkan mampu menyalakan lampu peringatan di motor pembalap lain secara langsung dari pusat kontrol balapan.

“Kami sudah melakukan banyak eksperimen. Menyalakan lampu peringatan dari Race Direction sudah bisa dilakukan sekarang. Sistem pendeteksi kecelakaan juga sudah bekerja, meskipun masih ada beberapa kesalahan deteksi,” jelas Cecchinelli.

Kesalahan deteksi tersebut kini hampir sepenuhnya teratasi, namun MotoGP ingin memastikan sistem ini benar-benar sempurna sebelum diterapkan secara resmi. Oleh karena itu, MotoGP memilih menunggu hingga sistem GPS generasi baru siap digunakan, dengan harapan teknologi ini dapat beroperasi penuh pada musim 2027.

Recommended