Klub Eredivisie NAC Breda resmi mengajukan banding ke pengadilan Belanda pada April 2026 terkait sengketa administrasi paspor dan izin tinggal pemain Go Ahead Eagles, Dean James. Langkah hukum ini merupakan upaya lanjutan setelah otoritas sepak bola Belanda sebelumnya menyatakan sang pemain tidak bersalah.
Gugatan ini bermula dari kekalahan telak NAC Breda dengan skor 0-6 saat bertandang ke markas Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Manajemen NAC Breda mempersoalkan status kewarganegaraan Dean James yang berubah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025 demi membela Tim Nasional Indonesia.
Dilansir dari Bola, NAC Breda mendesak agar hasil pertandingan pekan ke-27 tersebut dibatalkan dan dilakukan laga ulang. Mereka menilai adanya cacat administrasi dalam proses perpindahan kewarganegaraan James yang berdampak pada kelayakannya bertanding di liga profesional Belanda.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sebelumnya telah menyelidiki kasus ini dan memutuskan bahwa Go Ahead Eagles serta Dean James tidak melakukan pelanggaran. Jaksa penuntut menyatakan bahwa konsekuensi hukum dari perolehan kewarganegaraan lain tidak sepenuhnya dipahami secara mendalam dalam regulasi sepak bola profesional setempat.
"NAC telah memutuskan untuk menyerahkan kepada pengadilan untuk menentukan apakah Dewan Kompetisi berhak mengambil keputusan ini, atau apakah pertandingan tersebut harus dinyatakan tidak sah dan diulang," kata pihak manajemen NAC Breda dalam pernyataan resminya.
Jan Willem van Dop, Manajer Umum Go Ahead Eagles, mengkritik langkah banding tersebut dan menilai NAC Breda hanya mencari celah hukum untuk menghindari zona degradasi. Saat ini NAC Breda tertahan di posisi ke-17 klasemen dengan koleksi 25 poin, selisih tiga angka dari batas aman degradasi saat liga tersisa empat laga.
Van Dop juga mempertanyakan konsistensi NAC Breda yang tidak mempermasalahkan status pemain Indonesia lainnya, Justin Hubner, saat mereka menang melawan Fortuna Sittard di awal musim. Ia menganggap upaya hukum ini tidak mencerminkan nilai sportivitas karena baru dipermasalahkan saat posisi klub terdesak di klasemen.
Proses hukum ini akan berlangsung melalui mekanisme persidangan ringkas untuk mendapatkan kepastian status pertandingan sebelum musim 2025/2026 berakhir. Selama proses ini berjalan, NAC Breda menyatakan tidak akan memberikan komentar substantif lebih lanjut kepada publik.