NASA Targetkan Dua Pendaratan Manusia di Bulan pada 2028 Pasca-Artemis II

Setelah sukses dengan misi Artemis II, NASA kini mengincar pencapaian ambisius: dua pendaratan manusia di Bulan dalam satu tahun, tepatnya pada 2028.

Pentadbiran Aeronautik dan Angkasa Kebangsaan (NASA) menetapkan tujuan baru yang ambisius, yakni melakukan dua kali pendaratan manusia di Bulan dalam satu tahun pada 2028. Target ini muncul setelah keberhasilan misi Artemis II yang baru saja selesai, membawa momentum signifikan bagi program eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat.

Pengumuman ini datang segera setelah kapsul Orion berhasil kembali ke Bumi, menyelesaikan perjalanan berawak mengelilingi Bulan. Para pejabat NASA, sebagaimana dilansir dari Detik iNET, menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat laju misi selanjutnya.

Lori Glaze, Kepala Program Artemis NASA, mengemukakan keinginan untuk meningkatkan frekuensi misi. "Kami ingin mempercepat ritme misi dan bahkan berharap bisa mendarat di Bulan dua kali pada 2028," ujarnya saat konferensi pers setelah pendaratan Orion di Samudera Pasifik pada Sabtu pagi WIB (11/4/2026).

Inisiatif ini menandai pergeseran strategi NASA dari sekadar "kembali" ke Bulan seperti era Apollo, menjadi pembangunan kehadiran manusia secara berkelanjutan. Kesuksesan Artemis II, yang membawa empat astronaut mengorbit Bulan dan menguji sistem kapsul Orion, menjadi fondasi utama rencana besar ini. NASA menyadari bahwa ritme misi yang konsisten sangat krusial untuk menjaga keandalan sistem dan akumulasi data.

Amit Kshatriya, Associate Administrator NASA, menggarisbawahi pentingnya menjaga "cadence" misi. Menurutnya, kegagalan program luar angkasa seringkali disebabkan oleh hilangnya momentum, bukan semata-mata kegagalan teknologi.

Kolaborasi dengan SpaceX dan Blue Origin

Untuk mewujudkan target dua pendaratan pada 2028, NASA akan berkolaborasi dengan dua perusahaan antariksa swasta terkemuka: SpaceX dan Blue Origin. Misi Artemis III yang dijadwalkan pada 2027 akan menggunakan Starship milik SpaceX sebagai Human Landing System (HLS) untuk mengangkut astronaut dari orbit Bulan ke permukaan.

Sementara itu, misi Artemis IV pada 2028 akan menggunakan lander Blue Moon Mark 1 dari Blue Origin. Uji terbang Starship Block 3 dan Super Heavy dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan. Blue Origin juga tengah mempersiapkan uji terbang lander Mark 1 tahun ini, sebagai langkah krusial sebelum NASA mempercayakan misi Artemis IV kepada perusahaan milik Jeff Bezos tersebut.

Sistem docking Orion, yang berfungsi untuk menyambungkan kapsul dengan lander di orbit Bulan, telah selesai dikualifikasi. Unit penerbangannya sudah berada di Kennedy Space Center dan integrasi ke kapsul Artemis III direncanakan pada akhir musim panas ini.

Tantangan dan Visi Jangka Panjang

Pendekatan kolaboratif dengan sektor swasta ini merupakan hal baru dalam sejarah NASA, yang sebelumnya hanya mengandalkan satu sistem. Strategi ini diharapkan dapat memicu inovasi dan meningkatkan peluang keberhasilan misi eksplorasi.

Ambisi NASA tidak hanya berhenti pada pendaratan ganda. Program Artemis adalah langkah awal menuju pembangunan stasiun Gateway di orbit Bulan dan pengembangan pangkalan di permukaan Bulan. Bulan diproyeksikan menjadi "batu loncatan" untuk ekspedisi manusia menuju Mars di masa depan.

Meskipun target ini sangat ambisius, tantangan signifikan masih menanti. Beberapa teknologi kunci, seperti Starship versi pendarat manusia dari SpaceX dan sistem lander Blue Origin, masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya teruji. Selain itu, NASA perlu memastikan kapsul Orion benar-benar siap untuk misi selanjutnya setelah ditemukan beberapa isu teknis kecil pada Artemis II.

Jadwal yang ketat antara 2027 hingga 2028 dianggap sangat menantang oleh banyak analis. Lori Glaze secara terbuka mengajak seluruh industri antariksa untuk berpartisipasi dalam tantangan ini. Lebih dari lima dekade sejak manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan, NASA bertekad untuk kembali, bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan untuk membangun kehadiran jangka panjang.

Program Artemis merepresentasikan era baru eksplorasi antariksa, di mana Bulan bukan lagi tujuan akhir, melainkan titik awal bagi masa depan manusia di luar Bumi. Jika target 2028 tercapai, ini akan membuka babak baru dalam sejarah eksplorasi, dengan manusia kembali ke Bulan secara lebih sering, lebih siap, dan dengan visi jangka panjang.

Recommended