Bodo/Glimt, klub asal Norwegia, telah menjelma menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Liga Champions. Mereka berhasil mencatatkan sejumlah kemenangan mengejutkan atas tim-tim besar Eropa.
Klub yang berasal dari Lingkar Arktik ini tampil dengan determinasi tinggi dan gaya bermain menyerang yang membuat mereka menjadi lawan yang sulit ditaklukkan.
Gazzetta dello Sport bahkan menjuluki Bodo/Glimt sebagai "neraka" setelah penampilan sensasional mereka saat mengalahkan Inter Milan.
Pada leg pertama babak playoff 16 besar Liga Champions, tim Norwegia tersebut berhasil mengguncang kompetisi dengan kemenangan 3-1 atas Inter Milan. Performa ini menambah daftar panjang tim raksasa yang telah menjadi korban mereka.
Sebelumnya, bermain di Aspmyra Stadion dengan lapangan rumput sintetisnya, Manchester City juga merasakan kekalahan 1-3. Atletico Madrid pun takluk 1-2 di Metropolitano pada awal musim.
Tiga kemenangan beruntun melawan tim-tim besar Eropa telah mengubah klub sederhana ini menjadi salah satu kisah paling menarik di turnamen.
Sebelum pertandingan melawan Inter Milan, para pekerja harus membersihkan salju dari lapangan. Suhu saat pertandingan mencapai -4°C dengan angin kencang.
Namun, pelatih kepala Kjetil Knutsen tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan. "Kami harus melakukan segalanya dengan cara kami sendiri, terlepas dari apakah suhunya -10 derajat," ujar Knutsen.
Setelah mengalahkan runner-up Liga Champions musim lalu, Knutsen menegaskan bahwa timnya tidak boleh hanya bertahan di Italia, tetapi tetap menyerang dan setia pada identitas permainan mereka.
Daftar Raksasa yang Tumbang Terus Bertambah
Inter Milan menjadi tambahan terbaru dalam daftar tim yang dikalahkan di Aspmyra. Sebelumnya, AS Roma, Besiktas J.K, Celtic FC, AZ Alkmaar, FC Porto, Lazio, dan Manchester City juga pernah merasakan kekalahan di sana.
Bodo/Glimt menjadi tim Norwegia pertama yang memenangkan pertandingan fase gugur di Liga Champions. Pencapaian ini semakin luar biasa karena mereka sempat diprediksi memiliki probabilitas eliminasi sebesar 99,7 persen setelah Matchday 5 fase liga.
Klub ini tidak memainkan laga liga domestik selama 81 hari sebelum mengalahkan Inter Milan. Meskipun tanpa ritme kompetitif di dalam negeri, mereka tetap tangguh di panggung Eropa.
Dalam 44 pertandingan kandang terakhir di kompetisi Eropa, Bodo/Glimt mencatatkan 33 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Aspmyra Stadion kini menjadi tempat yang tidak nyaman bagi tim-tim lawan.
Petualangan Bodo/Glimt di Liga Champions masih berlanjut. Terlepas dari hasil leg kedua, mereka telah memastikan tempat mereka sebagai salah satu kisah paling luar biasa di kompetisi ini.