NASA Umumkan Jadwal Terbaru Peluncuran Misi Artemis 2

NASA menargetkan 1 April sebagai tanggal peluncuran misi Artemis 2, misi berawak ke Bulan sejak 1970-an.

NASA telah mengumumkan jadwal terbaru untuk percobaan peluncuran misi Artemis 2. Badan antariksa tersebut menargetkan 1 April pukul 18.24 waktu AS bagian timur sebagai tanggal peluncuran misi Artemis 2.

Apabila tanggal tersebut tidak memungkinkan, NASA menetapkan 2 April pukul 19.22 waktu setempat sebagai alternatif waktu peluncuran. NASA juga mempertimbangkan beberapa kesempatan antara tanggal 1 hingga 6 April untuk meluncurkan roket Space Launch System (SLS) ke luar angkasa.

Menurut Acting Associate Administrator NASA Lori Glaze, dalam periode enam hari antara tanggal 1 dan 6 April, percobaan peluncuran tidak dapat dilakukan setiap hari. Ia memperkirakan ada sekitar empat kesempatan peluncuran dalam periode tersebut, seperti dikutip dari Engadget, Minggu (15/3/2026).

Dalam rangka persiapan peluncuran, NASA akan membawa kembali roket SLS ke landasan peluncuran pada 19 Maret. Sebelumnya, roket itu dibawa ke Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center, Florida, untuk perbaikan usai percobaan peluncuran sebelumnya mengalami kegagalan.

Meskipun demikian, Glaze memperingatkan bahwa hambatan lebih lanjut masih mungkin terjadi mengingat masih banyak hal yang harus diselesaikan.

"Masih ada banyak hal yang harus diselesaikan di (Vehicle Assembly Building) dan di landasan peluncuran. Seperti biasa, kami akan dipandu oleh apa yang ditunjukkan oleh hardware, dan kami akan meluncurkan ketika kami siap," ujar Glaze.

Artemis 2 akan menjadi misi berawak pertama NASA menuju Bulan sejak awal 1970-an. Misi yang direncanakan berdurasi 10 hari ini akan membawa empat astronaut untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Awalnya, NASA menargetkan peluncuran misi Artemis 2 pada awal Februari, tetapi terpaksa ditunda hingga Maret karena sejumlah masalah yang muncul selama gladi bersih. Peluncuran misi ini kemudian diundur lagi setelah NASA menemukan masalah aliran helium pada upper stage roket SLS.

Recommended