Marc Marquez Realistis Tatap MotoGP 2026, Tak Bisa Ulangi 2025

Marc Marquez menurunkan ekspektasi untuk MotoGP 2026, mengakui sulit mengulang dominasinya di musim 2025 karena format balapan yang baru.

Marc Marquez memilih bersikap realistis terkait prospeknya di MotoGP 2026. Setelah meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2025, ia merasa bahwa performa dominannya di musim itu akan sulit untuk diulang, terutama dengan format akhir pekan balapan yang berlaku saat ini.

Pembalap berusia 32 tahun ini memulai musim 2025 sebagai favorit juara dunia, usai kepindahannya ke tim pabrikan Ducati. Sebelumnya, ia tampil kompetitif dan meraih kemenangan bersama Gresini dengan motor GP23, yang meningkatkan ekspektasi terhadapnya.

Marquez berhasil melampaui ekspektasi tersebut dengan menutup musim 2025 dengan 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint, yang mengantarkannya meraih gelar ketujuh di kelas utama. Dominasinya terlihat jelas di pertengahan musim, dengan mencatat tujuh akhir pekan beruntun dengan raihan maksimal 37 poin, membuatnya memegang kendali penuh dalam perebutan gelar. Sayangnya, cedera memaksanya absen pada empat seri terakhir musim 2025.

Marquez mengakui bahwa target awalnya adalah bersaing memperebutkan gelar juara dunia, tetapi tidak membayangkan akan terjadi dominasi seperti yang terjadi pada musim 2025.

"Tidak, saya sama sekali tidak membayangkan musim yang sehebat ini," ujar Marquez kepada El Periodico.

"Saya berharap itu bisa menjadi target, dan saya memang pernah mengatakan bahwa saya akan mencoba bertarung memperebutkan gelar juara dunia. Tapi, bukan seperti ini, memastikan gelar dengan menyisakan lima balapan."

Marquez menambahkan bahwa dengan adanya balapan sprint dan balapan utama, poin yang diperebutkan setiap akhir pekan sangat banyak, sehingga sulit untuk mengulanginya. Ia menyebut musim 2025 sebagai musim yang sangat solid, dengan beberapa kesalahan, tetapi mampu memenangkan banyak balapan.

"Saat ini, saya pikir hampir mustahil untuk mengulanginya karena dengan adanya balapan sprint dan balapan utama, ada begitu banyak poin yang diperebutkan setiap akhir pekan, dan itu tidak mudah," kata Marquez.

"Kami menjalani musim yang sangat solid, dengan beberapa kesalahan, tetapi mampu memenangkan banyak balapan," lanjutnya.

Kondisi Fisik Marquez

Marquez juga memberikan informasi mengenai kondisi fisiknya setelah mengalami cedera bahu akibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada Grand Prix Indonesia.

"Secara fisik, kondisinya terus membaik, dan itu yang terpenting," jelas Marquez terkait proses pemulihannya.

Marquez menjelaskan bahwa setelah menjalani empat atau lima minggu imobilisasi, lengannya kehilangan banyak kekuatan. Namun, kondisinya perlahan membaik dengan pemeriksaan setiap dua minggu. Ia berharap segera memasuki fase rehabilitasi yang lebih intens.

"Kami menjalani empat atau lima minggu imobilisasi, dan secara alami, lengan kehilangan banyak kekuatan. Namun, sekarang kondisinya perlahan membaik, dengan pemeriksaan setiap dua minggu untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan sesuai rencana," ungkapnya.

"Tulangnya harus pulih dengan benar; kami harus menunggu, dan ligamennya juga perlu pulih sebaik mungkin."

"Mudah-mudahan, kami segera bisa masuk ke fase rehabilitasi yang sedikit lebih intens," ucap Marquez.

"Tapi, untuk saat ini, masih banyak waktu di meja perawatan, fisioterapi, terapi ruang hiperbarik, apa pun yang bisa membantu tentu menjadi tambahan yang berarti," tutur mantan pembalap Honda itu.

Recommended