Perjalanan Darwin Nunez di Arab Saudi mengalami perubahan yang signifikan. Setelah kepindahannya dari Liverpool ke Al Hilal, penyerang asal Uruguay ini justru terpinggirkan dari skuad liga klubnya, dan situasinya tidak mendapatkan simpati dari semua pihak.
Nunez mengakhiri tiga tahun kebersamaannya dengan Liverpool pada musim panas lalu dan bergabung dengan Al Hilal dengan nilai transfer 46 juta pound sterling beserta bonus.
Awalnya, kepindahan ini tampak menjanjikan. Nunez berhasil mencetak tiga gol dalam empat pertandingan liga pertamanya bersama Al Hilal, yang saat itu belum terkalahkan dalam 26 pertandingan musim ini.
Namun, situasinya berubah setelah rencana kepindahannya ke Fenerbahce pada Januari lalu gagal terealisasi. Penyerang berusia 26 tahun ini kemudian dikeluarkan dari skuad liga untuk sisa musim.
Pada saat yang sama, Al Hilal mendatangkan legenda Prancis dan Real Madrid, Karim Benzema, dari rival mereka, Al Ittihad.
Meskipun masih dipanggil ke Timnas Uruguay untuk menghadapi Inggris dan Aljazair, posisi Nunez untuk tampil di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya terjamin.
Gus Poyet, legenda sepak bola Uruguay, memberikan pandangannya mengenai situasi yang dialami Nunez. "Ia tidak bermain, sangat tidak beruntung," ujar Poyet.
Poyet menambahkan, "Ia mengambil keputusan pindah ke Arab Saudi, lalu mereka mendatangkan Benzema. Ia dikeluarkan dari skuad liga domestik, jadi hanya bisa bermain di Liga Champions Asia, dan itu menjadi masalah. Ia tidak bermain sama sekali. Tapi ingat, pemain itu berbeda-beda."
Poyet juga menyatakan bahwa pemain kadang-kadang ingin menunjukkan yang terbaik untuk tim nasional ketika tidak bermain di klub. Menurutnya, semua akan bergantung pada bagaimana Nunez menjaga kondisi dan berlatih selama satu setengah bulan ini.
Simon Jordan memiliki pandangan yang berbeda. Ia menilai keputusan Nunez membawa konsekuensi yang wajar. "Saya tentu sangat bersimpati untuk pemain 26 tahun yang pergi ke liga dengan kualitas di bawah demi uang besar… saya kira ia mendapatkan apa yang pantas ia terima," ucap Jordan.
Karier Nunez di Liverpool sendiri tidak selalu berjalan mulus. Pada musim pertamanya, ia mencetak 15 gol di semua kompetisi. Musim berikutnya meningkat menjadi 18 gol dan 15 assist. Namun, performanya menurun drastis pada musim 2024/2025 dengan hanya tujuh gol, yang membuka peluang untuk hengkang hingga akhirnya terjadi pada Agustus.
Kini bersama Al Hilal, Nunez hanya memiliki kesempatan tampil di Liga Champions Asia dan final Piala Raja hingga akhir musim.
Poyet menilai bahwa keputusan pindah ke Arab Saudi adalah keputusan besar dan sangat personal. Sulit untuk menilai tanpa berada di posisinya, bagaimana perasaannya di Liverpool, apakah ia bermain atau tidak, benar atau salah, kata Poyet.
Jordan kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa risiko, meskipun Nunez menerima bayaran sekitar 400 ribu pound sterling per pekan. "Di usia 26 tahun, pergi ke liga Arab Saudi… kita tahu alasan utamanya," cetusnya.
Jordan menambahkan bahwa mungkin masuk akal jika pemain seperti Ivan Toney yang sudah berusia 30 tahun dan sebelumnya bermain di Brentford. Namun, jika bermain di Liverpool, meskipun bukan klub dengan bayaran tertinggi, pemain tetap digaji sangat baik dan bermain di salah satu klub terbesar.
"Anda menukarnya dengan bermain di Arab Saudi, dan inilah konsekuensinya," kata Jordan.