Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mulai memengaruhi perekonomian global, memaksa sejumlah negara mengambil langkah-langkah penyesuaian kebijakan.
Kebijakan yang diambil termasuk meliburkan sekolah, memberlakukan sistem kerja dari rumah (WFH) bagi pegawai negeri, pemotongan gaji pejabat, hingga penutupan universitas untuk menghemat energi di tengah pasokan yang terganggu akibat konflik.
"Serangan-serangan ini telah menimbulkan ancaman besar bagi seluruh wilayah," kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dikutip dari MIddle East Eye, Kamis (12/3/2026).
Berikut beberapa langkah yang diambil berbagai negara sebagai respons terhadap dampak perang AS-Israel vs Iran, berdasarkan penelusuran detikcom:
Pakistan
Ketergantungan Pakistan pada impor energi dari negara-negara Teluk Arab seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait membuat negara ini rentan terhadap dampak perang. Terhentinya produksi dan ekspor akibat penutupan Selat Hormuz semakin memperparah situasi.
Pemerintah Pakistan memberlakukan kebijakan 50% pekerja sektor publik dan swasta bekerja dari rumah, terkecuali layanan esensial seperti pertanian dan perbankan. Institusi pendidikan tinggi juga beralih ke pembelajaran daring.
Selain itu, terdapat pemangkasan pengeluaran pemerintah sebesar 20%, larangan pembelian aset besar, dan pemotongan gaji selama dua bulan bagi pejabat dengan penghasilan di atas 300 ribu rupee atau Rp 18 juta. Penggunaan kendaraan dinas juga dikurangi sebesar 60%, dan tunjangan bahan bakar dipotong setengahnya.
"Kabinet federal tidak akan menerima gaji selama dua bulan ke depan dan anggota parlemen akan mengalami pemotongan gaji sebesar 25%. Semua anggota parlemen dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri. Acara buka puasa resmi dan acara makan malam, serta pesta lainnya juga dilarang," tutur Sharif.
Thailand
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menginstruksikan pegawai pemerintah untuk bekerja dari rumah sebagai upaya penghematan energi, kecuali bagi mereka yang memberikan layanan publik. Perjalanan ke luar negeri juga ditangguhkan.
"Perdana menteri memerintahkan bahwa mulai hari ini pegawai negeri sipil akan bekerja dari rumah," ujar juru bicara Lalida Periswiwatana dikutip dari Reuters.
Langkah penghematan energi termasuk pembatasan suhu AC pada 26-27 derajat celcius. Masyarakat juga diimbau berpartisipasi dalam upaya penghematan energi, seperti berbagi kendaraan (carpooling).
Pemerintah Thailand menyatakan jika situasi memburuk, pertimbangan langkah-langkah lain mungkin dilakukan, termasuk mematikan papan iklan di toko, bioskop, bisnis, dan menutup SPBU pada pukul 10 malam.
Vietnam
Kementerian Perdagangan Vietnam mengimbau perusahaan-perusahaan lokal untuk menerapkan sistem kerja dari rumah bagi karyawan. Langkah ini bertujuan menghemat bahan bakar di tengah gangguan pasokan dan lonjakan harga akibat perang AS-Iran.
Selain itu, Kementerian Perdagangan Vietnam juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk tidak menimbun atau melakukan spekulasi terhadap bahan bakar. Vietnam juga menghapus tarif impor bahan bakar yang berlaku hingga akhir April 2026.
Bangladesh
Bangladesh menutup universitas di tengah krisis energi yang semakin parah akibat konflik di Timur Tengah. Penutupan seluruh universitas negeri dan swasta dimulai Senin (9/3), dengan memajukan libur Idulfitri sebagai langkah darurat untuk menghemat listrik dan bahan bakar.
"Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar dengan mempertimbangkan situasi global saat ini," ungkap Kementerian Pendidikan Bangladesh dalam arahan yang disebarkan kepada otoritas universitas, dikutip dari Al Jazeera.
Bangladesh, yang mengandalkan impor untuk 95% kebutuhan energinya, juga memberlakukan batasan harian pada penjualan bahan bakar setelah terjadi aksi panic buying dan penimbunan.
Sebagai bagian dari langkah penghematan yang lebih luas, pemerintah juga meminta sekolah dengan kurikulum asing dan pusat bimbingan belajar swasta untuk menghentikan operasional selama periode ini guna membatasi penggunaan listrik. Pemerintah juga mengeluarkan pedoman penggunaan listrik secara efisien bagi institusi dan perkantoran, termasuk memaksimalkan cahaya matahari alami serta meminimalkan pencahayaan dan konsumsi daya yang tidak perlu.