Ngon A Djam Soroti Penurunan Kualitas Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Legenda Sriwijaya FC Ngon A Djam menilai kualitas Liga Indonesia saat ini mengalami penurunan dibandingkan era keemasannya pada periode 2008-2020.

Mantan penyerang asing ternama, Claude Parfait Ngon A Djam, mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia yang dinilai mengalami penurunan kualitas pada Kamis (23/4/2026).

Dilansir dari Bola, sosok yang dikenal sebagai legenda Sriwijaya FC tersebut menyatakan bahwa level persaingan antarklub saat ini tidak sekompetitif era saat dirinya masih aktif bermain di tanah air.

Ngon A Djam mencatat performa fantastis dengan koleksi 24 gol pada musim 2008/2009 saat membela Laskar Wong Kito sebelum akhirnya memperkuat tim lain seperti Persebaya Surabaya dan Persema Malang.

"Bukan karena saya tidak suka, tetapi seperti ada di dalam hati bahwa saya mau menonton Liga Indonesia kalau levelnya seperti waktu dulu," kata Ngon A Djam dalam wawancara di kanal YouTube Bicara Bola.

Menurut pria asal Kamerun tersebut, periode hingga tahun 2020 merupakan masa di mana kekuatan setiap tim peserta liga cenderung merata dan setiap pertandingan sulit diprediksi.

Ia membandingkan komposisi pemain bintang di masa lalu, seperti keberadaan Keith Kayamba Gumbs di Sriwijaya FC yang bersaing dengan Zah Rahan dan Boaz Solossa di Persipura Jayapura.

Ngon A Djam berpendapat bahwa saat ini hanya ada tiga atau empat tim yang mendominasi di papan atas, sementara tim lainnya seolah hanya menjadi pelengkap kompetisi saja.

Faktor finansial juga disorot oleh pria kelahiran 1980 tersebut, di mana ia merasa dahulu setiap klub memiliki kekuatan finansial yang hampir serupa sehingga mampu mendatangkan pemain berkualitas secara merata.

Aspek kesulitan memenangkan laga tandang juga menjadi indikator yang ia gunakan untuk menilai kompetitifnya liga di masa lampau dibandingkan dengan hasil pertandingan saat ini.

"Sekarang kamu lihat, tim yang bermain di luar kandang bisa menang 4-0. Ya, waktu itu kita itu, kalau main di luar itu sangat susah menangnya," ujar Ngon A Djam menutup keterangannya.

Recommended