Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penyediaan produk investasi yang lebih bervariasi di industri kripto melalui pemanfaatan stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata. Langkah inovasi ini disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 pada Jumat (22/5/2026).
Dilansir dari Detik Finance, instrumen stablecoin merupakan aset kripto yang memiliki nilai pasar berdasarkan aset stabil seperti mata uang atau komoditas, dengan Tether (USDT) sebagai salah satu contoh yang telah diperdagangkan. Regulasi dan pengawasan inovasi ini berada di bawah kewenangan OJK.
"Ada inovasi ke depan yang kita akan dorong juga yang namanya stablecoin, itu menjadi salah satu variasi ke depannya," ujar Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.
Selain stablecoin, OJK kini tengah mengkaji dan melakukan uji coba platform atau sandboxing terkait tokenisasi real world asset (RWA) bersama beberapa pihak. Pemanfaatan teknologi blockchain dan kriptologi ini diarahkan agar bisa menjangkau sektor industri kreatif.
"Nanti akan ada produk yang luar biasa baru bagi kita semua, yaitu tokenisasi real world asset," terangnya.
Teknologi ini diproyeksikan mampu memecah nilai investasi menjadi nilai nominal yang sangat terjangkau bagi masyarakat luas.
"Musik bahkan industri kreatif bisa saja nanti memanfaatkan teknologi blockchain dan kriptologi ini. Jadi kita akan bisa menggunakan teknologi ini untuk menjadi alat investasi dalam bentuk token. Artinya dia bisa membeli dalam pecahan yang kecil, Rp 10.000, Rp 1.000, kita bisa investasi," tambahnya.
Berdasarkan data OJK, jumlah aset kripto yang diperdagangkan di Indonesia telah mencapai 1.464 jenis sejak tahun 2023. Meskipun nilai transaksi sempat mengalami penurunan, penerimaan negara dari sektor pajak kripto justru tercatat mengalami kenaikan yang signifikan.
"Tahun 2025 saja, waktu itu transaksinya menurun (menjadi) Rp 482,23 triliun dari sebelumnya Rp 650,61 triliun di 2024, penerimaan pajak kita meningkat menjadi Rp 796,73 miIiar," pungkasnya.