Pemerintah Operasikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah-Timur

Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan operasional 1.061 Kopdes Merah Putih di Jateng dan Jatim untuk memperkuat ekonomi desa mulai Mei 2026.

Pemerintah Indonesia resmi memulai percepatan operasional 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Selasa, 12 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat di tingkat perdesaan secara kolektif.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa program strategis ini telah melewati sejumlah tahapan krusial sebelum dinyatakan siap beroperasi. Tahapan tersebut meliputi pengesahan badan hukum, pembangunan infrastruktur fisik, penyediaan gerai usaha, hingga pengadaan gudang penyimpanan logistik.

"Kita sudah menyelesaikan pembentukan badan hukum melalui musyawarah desa khusus. Setelah itu masuk ke tahap pembangunan fisik, gerai, dan pergudangan, sekarang mulai memasuki tahap operasional," ujar Ferry Juliantono saat meninjau unit koperasi di Desa Ngampel, Bojonegoro, dilansir dari Medcom.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ferry didampingi oleh sejumlah pejabat lintas sektor guna memastikan kesiapan lapangan. Di antaranya adalah Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota dan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad.

Hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita yang bertugas mengoordinasikan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) untuk memberikan dukungan pengamanan dan operasional. Sinergi ini diperlukan karena program bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis gotong royong.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Bupati Blora Arief Rohman turut memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program ini di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan koordinasi intensif agar pengelolaan gerai dan gudang berjalan sesuai target pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan serta solidaritas antarinstansi dalam masa transisi operasional ini. Hal tersebut bertujuan agar keberadaan koperasi memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan warga desa melalui distribusi logistik yang lebih efisien.

Recommended