Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 dalam partai final FIFA Series 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin, 30 Maret 2026 malam WIB itu, ditentukan oleh gol tunggal Marin Petkov dari titik penalti di menit ke-37.
Meskipun gagal meraih gelar juara, penampilan Skuad Garuda mendapat apresiasi. Tim asuhan John Herdman mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim Eropa yang secara kualitas dan peringkat FIFA berada di atas Indonesia, seperti dilansir dari Bola.
Sepanjang pertandingan, Indonesia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Dua di antaranya bahkan hanya bisa dihentikan oleh mistar gawang, sehingga hasil akhir terasa sangat disayangkan bagi tuan rumah.
Pelatih John Herdman menilai anak asuhnya telah tampil sesuai identitas yang ia bangun, baik dalam menyerang maupun bertahan, meskipun hasil akhir tidak memihak.
Pelatih asal Kanada tersebut menegaskan bahwa performa timnya layak diapresiasi, terlepas dari kekalahan yang diderita. "Kita melawan tim Eropa yang punya tradisi kuat dan saya pikir kita tampil bagus malam ini, dengan identitas menyerang dan bertahan, saya rasa tim ini terhubung dengan baik selama 90 menit,” ujar Herdman.
Herdman juga menyoroti beberapa momen krusial yang dianggapnya sangat memengaruhi jalannya pertandingan, termasuk peluang yang gagal berbuah gol serta keputusan penalti untuk Bulgaria.
"Dua peluang kita membentur mistar gawang, dan kita kebobolan penalti yang menurut saya pelanggarannya soft. Secara keseluruhan, saya bangga dengan para pemain,” lanjut Herdman.
Menurut Herdman, hasil pertandingan bisa saja berbeda jika sedikit keberuntungan berpihak kepada timnya. “Saya rasa usaha yang para pemain tunjukkan sudah tepat. Mereka tampil maksimal malam ini. Saya rasa di malam yang berbeda, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih bagus,” katanya.
Penguasaan Bola dan Insiden Penalti
Dikutip dari Bola.com, Timnas Indonesia tetap tampil cukup dominan sejak menit awal. Namun, tidak banyak peluang yang didapat, bahkan hanya satu tembakan yang dilepaskan dan itu pun tidak tepat sasaran. Padahal, Indonesia mencatatkan 62% penguasaan bola.
Di sisi lain, Timnas Bulgaria lebih efektif dengan tiga tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Momen krusial terjadi pada menit ke-35 ketika wasit Nazmi Nasaruddin melakukan peninjauan VAR.
Insiden benturan antara Kevin Diks dan Zdravko Dimitrov di area terlarang dinilai sebagai pelanggaran. Keputusan itu berujung penalti untuk Bulgaria. Marin Petkov yang maju sebagai algojo mengeksekusi bola ke sisi kanan gawang, tak mampu dijangkau oleh Emil Audero.
Build-up Play Jadi Sorotan Positif
Terlepas dari kekalahan, Herdman melihat perkembangan signifikan dalam cara bermain Timnas Indonesia, khususnya dalam membangun serangan.
Ia menilai Indonesia mampu mendominasi permainan hingga sepertiga akhir lapangan, bahkan saat menghadapi tim dengan reputasi kuat seperti Bulgaria.
“Saya rasa build-up play kami sampai sepertiga akhir sangat dominan, tahu, kami melawan Bulgaria, tim Eropa papan atas secara tradisional, tapi Indonesia menurut saya menguasai banyak bagian pertandingan,” tutur Herdman.
Berikut daftar pemain Timnas Indonesia di laga melawan Bulgaria:
Emil Audero Mulyadi; Kevin Diks, Jay Idzes, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Justin Hubner, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, Ole Romeny, Ramadhan Sananta, Ragnar Oratmangoen.