OPPO Tertekan Persaingan Spesifikasi Ponsel Kelas Menengah

Persaingan di segmen ponsel mid-range semakin ketat. OPPO hadapi tekanan karena konsumen makin kritis soal spesifikasi dan harga.

Persaingan di industri smartphone semakin ketat akibat lonjakan spesifikasi pada segmen ponsel kelas menengah. Kondisi ini memberikan tekanan pada merek yang sebelumnya kuat di segmen ini, seperti OPPO, karena konsumen semakin kritis dalam membandingkan spesifikasi dengan harga.

Peningkatan spesifikasi yang signifikan terjadi pada ponsel mid-range dengan harga sekitar Rp 3-6 juta sepanjang tahun 2025. Berbagai merek, termasuk Xiaomi, Samsung, dan Infinix, menawarkan perangkat dengan chipset yang lebih cepat, refresh rate tinggi, pengisian daya cepat (fast charging) berkapasitas besar, kamera 50 MP ke atas, dan baterai berkapasitas jumbo.

Standar baru di kelas menengah kini diisi oleh fitur-fitur yang sebelumnya identik dengan ponsel flagship. Hal ini menyebabkan konsumen lebih cermat dalam mempertimbangkan value for money sebelum membeli perangkat.

Margin dan positioning harga OPPO menghadapi tekanan akibat situasi ini. Walaupun unggul dalam desain dan kamera, ulasan seringkali menyebut harga OPPO lebih mahal dibandingkan kompetitor dengan spesifikasi serupa.

Kinerja perusahaan di pasar global mencerminkan tekanan ini. Berdasarkan data Counterpoint Research, OPPO menjadi salah satu merek dengan performa kurang menggembirakan sepanjang 2025.

OPPO mengalami penurunan distribusi dengan pertumbuhan minus 4% secara tahunan (YoY). Padahal, beberapa kuartal sebelumnya, perusahaan relatif kuat di pasar smartphone global.

Pesaing OPPO justru menunjukkan performa lebih stabil. Misalnya, Apple mencatatkan pertumbuhan 10% YoY dengan pangsa pasar global 20% pada 2025. Peluncuran iPhone 17 pada September lalu mendorong pertumbuhan tersebut.

Samsung masih mempertahankan pertumbuhan positif sebesar 5% dengan pangsa pasar 19%. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 13%, diikuti Vivo di posisi keempat dengan pangsa pasar 8%.

Pasar smartphone global secara keseluruhan menunjukkan stabilitas setelah pandemi COVID-19 dengan pertumbuhan sekitar 2% YoY pada 2025. Strategi pemasaran yang lebih agresif, peningkatan adopsi jaringan 5G di negara berkembang, serta opsi pembelian yang mempermudah konsumen mengakses perangkat premium mendorong pertumbuhan ini.

Posisi OPPO semakin menantang akibat tekanan kompetisi di segmen menengah, meskipun pasar mulai pulih. OPPO terlempar dari daftar lima besar smartphone global, setelah sempat berada di posisi keempat pada kuartal pertama 2025.

Recommended