PT Otospector Global Indonesia Luncurkan Bursa Mobil Online Otos.id

PT Otospector Global Indonesia meluncurkan platform bursa mobil bekas Otos.id di Jakarta untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan konsumen.

PT Otospector Global Indonesia meluncurkan platform bursa mobil bekas online bernama Otos.id di Jakarta pada Kamis (30/4/2026). Perilisan ini bertepatan dengan perayaan hari jadi perusahaan yang ke-10 sebagai upaya memperkuat ekosistem digital otomotif nasional.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, platform ini menyediakan akses ke ribuan unit mobil dari berbagai showroom rekanan yang telah melewati proses verifikasi ketat. Kehadiran layanan ini bertujuan memberikan jaminan kualitas dan transparansi bagi masyarakat yang mencari kendaraan terjangkau.

Setiap kendaraan yang terdaftar di Otos.id telah dinyatakan lulus inspeksi dan dilengkapi dengan jaminan garansi selama satu tahun. Selain itu, konsumen mendapatkan perlindungan tambahan berupa layanan darurat yang tersedia selama 24 jam penuh bagi setiap unit yang dibeli.

"10 tahun perjalanan Kami telah mengajarkan bahwa membeli mobil bekas dianggap penuh risiko. Di momen ini, Kami ingin mengubah persepsi itu," ujar Jeffrey Andika, Founder sekaligus CEO PT Otospector Global Indonesia.

Jeffrey menambahkan bahwa visi perusahaan adalah membangun kepercayaan konsumen terhadap pasar mobil online. Melalui sistem ini, konsumen dapat menyesuaikan metode pembayaran baik secara tunai maupun kredit melalui kolaborasi strategis dengan BFI Finance.

Situs tersebut dibekali fitur pencarian cerdas yang memungkinkan pengguna menyaring kendaraan berdasarkan merek, kategori populer, hingga lokasi di kota-kota besar. Cakupan area layanan saat ini meliputi wilayah Jabodetabek, Surabaya, Joglosemar, dan Bandung untuk memudahkan proses inspeksi fisik.

Langkah pembelian dirancang secara sistematis mulai dari pencarian unit menggunakan filter, penjadwalan uji coba berkendara, hingga aktivasi garansi setelah pelunasan. Skema ini diharapkan dapat menekan kekhawatiran pembeli terkait risiko biaya perbaikan besar di masa mendatang.

Recommended