Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Jual Aset untuk Lunasi Utang

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menjual aset anak perusahaan senilai Rp 135 miliar untuk membayar utang bank.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, mengumumkan penjualan aset anak perusahaannya, PT Tri Mitra Makmur. Aset yang dijual berupa tanah seluas 66.835 meter persegi beserta bangunan, mesin, dan sarana produksi yang berlokasi di Situbondo.

Langkah ini diambil untuk melunasi utang kepada perbankan sekaligus mengurangi beban bunga PT Tri Mitra Makmur.

Penjualan aset ini merupakan respons terhadap permintaan debitur bank kepada Tri Mitra Makmur, yang sebelumnya menjadikan aset tersebut sebagai jaminan. Nilai transaksi penjualan tercatat sebesar Rp 135 miliar, setara dengan sekitar 15,42% dari ekuitas negatif PMMP.

Manajemen PMMP menjelaskan dalam keterbukaan informasi pada Senin (16/3/2026) bahwa penjualan aset ini merupakan hasil diskusi dengan pihak perbankan. Pertimbangan utamanya adalah untuk menurunkan biaya bunga dan melunasi sebagian pokok pinjaman.

Manajemen menambahkan, penjualan aset anak usaha merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, PMMP juga telah melakukan rasionalisasi karyawan, menonaktifkan fasilitas pabrik yang tidak terpakai, serta melakukan restrukturisasi utang.

Kondisi ini dipicu oleh penurunan permintaan di pasar Amerika Serikat sejak awal tahun 2024, yang memaksa PMMP untuk menurunkan kapasitas produksi dan melakukan efisiensi. Saat ini, PMMP memiliki fasilitas produksi di dua lokasi di Tarakan, Kalimantan Utara, dan tujuh fasilitas di Situbondo, Jawa Timur.

PMMP telah melakukan penghentian fasilitas produksi sejak awal tahun 2025. Saat ini, produksi difokuskan pada fasilitas terbesar yang mampu memproduksi semua item produk. Dari tujuh pabrik perseroan di Situbondo, empat di antaranya dimiliki oleh perusahaan anak.

Penjualan aset Tri Mitra Makmur dilaksanakan pada Jumat (13/3) kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea) sebagai pembeli. Hasil transaksi ini langsung digunakan untuk pembayaran pinjaman ke PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

"Pembayaran yang diterima digunakan seluruhnya untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman di Bank BCA," pungkasnya.

Recommended