Pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pasokan energi, khususnya di Jawa Barat, menjelang musim mudik Lebaran 1447 H. Langkah ini diwujudkan melalui inspeksi ke Fuel Terminal Padalarang dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) pada Senin, 16 Maret.
Kunjungan ini melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Pertamina Patra Niaga. Tujuannya adalah untuk meninjau langsung bagaimana distribusi BBM dan LPG di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Menurut Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, pemerintah ingin menjamin keamanan pasokan energi selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. "Dengan kesiapan dari Pertamina Patra Niaga, kami yakin sampai dengan puncak mudik dan arus balik ketersediaan BBM Insya Allah akan aman. Ini merupakan bagian bagaimana kita memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam rangka penyediaan energi," kata Yuliot.
Yuliot juga berharap agar distribusi energi berjalan tanpa hambatan selama periode mudik. "Semoga masyarakat yang melakukan mudik Lebaran dapat lancar dalam perjalanan, tidak ada kendala ketersediaan BBM dan LPG, energi tersedia secara cukup, dan dapat berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman," ujar Yuliot.
Sementara itu, Taufik Aditiyawarman, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, menyatakan bahwa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) telah diaktifkan sejak awal Maret. "Kami dari Pertamina Patra Niaga bertugas adalah untuk memastikan ketersediaan BBM dan elpiji sesuai dengan stok nasional minimum yang telah digariskan baik oleh BPH Migas maupun Kementerian ESDM. Untuk mengantisipasi Ramadan dan Idulfitri, Satgas telah kami aktifkan sejak 9 Maret dan kami terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM," jelas Taufik.
Taufik menambahkan bahwa layanan tambahan juga disiapkan di sepanjang jalur mudik untuk menjaga ketersediaan energi. Ia menegaskan, "Dalam situasi apa pun kami akan merespons untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG ada di masyarakat."