Kasus Paspoortgate Pengaruhi Pemain Eredivisie dan Timnas Indonesia

Sejumlah pemain Eredivisie dan Timnas Indonesia terancam statusnya akibat

Sejumlah pesepak bola di liga teratas Belanda, Eredivisie, menghadapi potensi perubahan status kriteria pemain non-Uni Eropa akibat "paspoortgate". Isu ini mengemuka setelah Direktur Eredivisie, Jan de Jong, meminta semua klub untuk mendata pemain yang kemungkinan tidak lagi memenuhi syarat bermain, seperti dilansir dari Bola.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul aduan yang diajukan oleh NAC Breda. Klub-klub diberi batas waktu satu jam untuk melaporkan dan diminta menjaga kerahasiaan informasi ini dari publik, mengingat potensi dampak skandal paspor yang bisa menimpa seluruh Eredivisie. Kesepakatan kolektif diharapkan untuk menghadapi masalah ini demi kepentingan bersama.

Kasus ini mencuat pasca pertandingan Eredivisie pekan ke-27 musim 2025/2026 pada 15 Maret 2026, ketika Go Ahead Eagles mengalahkan NAC Breda 6-0. NAC Breda mengajukan protes mengenai status bek Go Ahead Eagles, Dean James, yang merupakan pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

NAC Breda menduga Dean James tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-Uni Eropa. Kriteria yang dipertanyakan meliputi izin kerja, izin tinggal, dan gaji minimal 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun.

Dampak pada Pemain Naturalisasi dan Asal Suriname

Skandal "paspoortgate" telah memengaruhi beberapa pemain di Eredivisie. Dua pemain Timnas Suriname, Tjaronn Chery dan Virgil Misidjan, dilaporkan tidak bisa bergabung dalam sesi latihan NEC Nijmegen. Beberapa klub juga menonaktifkan pemain lain yang memiliki paspor Suriname dan Indonesia.

Selain Dean James, beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia kelahiran Belanda lainnya juga turut terdampak. Di antaranya adalah Justin Hubner yang membela Fortuna Sittard, serta Nathan Tjoe-A-On dari Willem II yang berkompetisi di divisi kedua Liga Belanda.

Daftar Pemain dalam Peninjauan Dinas Imigrasi Belanda

Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) telah menerima daftar 25 pemain putra dan putri untuk dievaluasi. Mereka berisiko besar akan tercatat sebagai pemain non-Uni Eropa. Beberapa nama lain yang ikut dinonaktifkan oleh klub mereka, selain Dean James, meliputi Richonell Margaret (Go Ahead Eagles), Justin Lonwijk dan Justin Hubner (Fortuna Sittard), Etienne Vaessen (FC Groningen), Dylan Vente (SC Heerenveen), serta Djevencio van der Kust (Heracles).

Situasi serupa juga terjadi di Keuken Kampioen Divisie, termasuk pada Nathan Tjoe-A-On, bek kiri internasional Indonesia berusia 24 tahun yang memperkuat Willem II. Menanggapi situasi ini, klub-klub memilih untuk bersikap tertutup kepada publik dan enggan mengungkapkan secara rinci pemain mana saja yang terlibat.

Harapan Keringanan Regulasi Gaji Minimum

Di tengah ketidakpastian ini, muncul harapan adanya keringanan bagi pemain non-Uni Eropa yang sebelumnya memegang paspor Belanda. Media Belanda, Algemeen Dagblad, menulis tentang kemungkinan jenis izin kerja berbeda untuk para pemain ini.

Izin kerja tersebut diharapkan tidak lagi mensyaratkan gaji minimum sekitar 600 ribu euro per tahun bagi pemain berusia 21 tahun ke atas. Pertimbangan diberikan karena para pemain tersebut, misalnya, telah lama tinggal di Belanda, sehingga diharapkan mendapatkan perlakuan khusus terkait regulasi ketenagakerjaan.

Recommended