Pecco Bagnaia, pembalap MotoGP yang telah meraih gelar juara dunia dua kali, kini dikabarkan tengah mempertimbangkan tawaran yang lebih baik dari Aprilia. Situasi ini muncul di tengah spekulasi kepindahannya dari tim Ducati, terutama dengan potensi kedatangan pembalap muda, Pedro Acosta.
Pembalap jebolan Akademi VR46 ini sebelumnya menyatakan keinginan untuk berkompetisi bersama tim pabrikan, menolak opsi tim satelit. Persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya kini mengerucut pada dua tim utama: Yamaha dan Aprilia.
Meskipun Aprilia telah memperbarui kontrak Marco Bezzecchi, Jorge Martin diperkirakan akan bergabung dengan Yamaha untuk menggantikan Fabio Quartararo. Dilansir dari Bola, Bagnaia memiliki opsi untuk mengisi kursi Yamaha lainnya, yang saat ini ditempati oleh Alex Rins. Namun, Massimo Rivola, CEO Aprilia, menunjukkan upaya signifikan untuk membujuknya.
Aprilia tampaknya mengambil pendekatan yang lebih personal dalam negosiasi dengan Bagnaia. Awalnya, pembalap asal Italia tersebut dikabarkan menolak tawaran pertama dari Aprilia, dengan preferensi awal untuk bergabung dengan pabrikan Jepang. Namun, Honda, tim pabrikan Jepang lain, dilaporkan lebih tertarik pada talenta muda untuk dipasangkan dengan Quartararo.
Kini, Aprilia menjadi opsi yang paling memungkinkan bagi Bagnaia. Kepergian Martin dari Aprilia telah membebaskan sekitar 3 juta euro, atau setara dengan Rp60 miliar, yang diyakini menjadi angka awal dalam pembicaraan ulang antara Bagnaia dan Aprilia, seperti dilaporkan Motorsport ES.
CEO Aprilia, Rivola, memiliki ambisi untuk memiliki dua pembalap asal Italia di timnya. Terlebih lagi, Bagnaia memiliki hubungan baik dengan Marco Bezzecchi, rekan sesama lulusan Akademi VR46, yang dapat menjadi faktor pendukung dalam keputusannya.
Dilema Antara Aprilia dan Yamaha
Di sisi lain, Yamaha juga akan memberikan tekanan kepada Bagnaia untuk segera membuat keputusan. Namun, prioritas utama Yamaha saat ini adalah Jorge Martin, saingan Bagnaia dalam perebutan gelar juara dunia tahun 2023 dan 2024.
Berbeda dengan Yamaha, Bagnaia adalah target utama Aprilia. Fakta ini dapat memberikan bobot lebih dalam negosiasi, mengingat Bagnaia mungkin mencari tim yang benar-benar menghargainya, terutama setelah 'tersingkir' dari Ducati. Aprilia juga dikaitkan dengan Enea Bastianini, yang bisa menjadi rencana cadangan tim jika negosiasi dengan Bagnaia tidak menemui titik terang.