Pecco Bagnaia Isyaratkan Hengkang dari Ducati di MotoGP 2027

Masa depan Francesco \

Masa depan Francesco "Pecco" Bagnaia di arena MotoGP menjadi sorotan. Isu mengenai kepindahannya dari tim Ducati pada akhir musim 2026 semakin menguat.

Juara dunia dua kali ini mengisyaratkan adanya peluang besar untuk musim 2027, seiring dengan indikasi yang menguat bahwa perjalanannya dengan Ducati akan segera berakhir.

Bagnaia telah menjadi bagian dari Ducati sejak debutnya di kelas utama MotoGP pada 2019, dimulai dengan tim Pramac. Pada tahun 2021, ia naik ke tim pabrikan Ducati dan mencapai puncak kariernya dengan meraih gelar juara dunia pada tahun 2022 dan 2023.

Meskipun berhasil memenangkan 11 balapan grand prix, Bagnaia harus puas menjadi runner-up pada musim 2024. Musim 2025 menjadi periode yang menantang bagi Bagnaia. Ia hanya mampu meraih dua kemenangan dan mengakhiri musim di peringkat kelima klasemen, jauh di belakang rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan dengan motor GP25.

Ducati secara terbuka mengakui bahwa prioritas utama mereka adalah memperpanjang kontrak Marc Marquez. Dalam perencanaan jangka panjang menuju 2027, Bagnaia belum menjadi fokus utama.

Situasi ini memperkuat spekulasi tentang kemungkinan hengkangnya Bagnaia. Terlebih lagi, muncul laporan bahwa Pedro Acosta telah menyepakati kesepakatan untuk bergabung dengan Ducati dan berduet dengan Marquez.

Bagnaia dikaitkan dengan sejumlah pabrikan lain, termasuk Yamaha dan Aprilia. Ia mengisyaratkan bahwa keputusan penting terkait masa depannya akan segera diambil, bertepatan dengan rangkaian tes pramusim di Sepang.

"Kami kurang lebih berada di situasi yang sama," kata Bagnaia, merujuk pada pernyataan Alex Marquez yang juga mengaku memiliki beberapa opsi untuk 2027.

"Di atas meja saya ada peluang-peluang besar, dan saya akan segera memutuskan dalam waktu dekat," tambahnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Bagnaia mendapatkan suntikan kepercayaan diri dari hasil tes di Sepang. Pada hari terakhir, ia menyelesaikan simulasi sprint dengan catatan waktu yang menjanjikan, hanya terpaut tipis dari Alex Marquez yang menjadi pembalap tercepat dengan motor Gresini GP26.

Bagnaia mengingatkan bahwa dirinya memenangkan sprint Grand Prix Malaysia musim lalu, tetapi secara perasaan justru tampil lebih baik dalam simulasi yang dijalaninya kali ini.

"Musim lalu memang benar saya memenangi sprint, tetapi saya cukup kesulitan di sini," ujar Bagnaia kepada situs resmi MotoGP.

"Saya tersingkir dari Q2 pada hari pertama, lalu mencatat pole position dengan satu lap yang sangat cepat."

"Iya, sprint race-nya memang cepat, tetapi tidak secepat itu. Kali ini saya merasa lebih nyaman dengan motor, berkendara lebih halus, dan lebih mudah menjaga konsistensi waktu putaran," ungkapnya.

Bagnaia menambahkan bahwa kondisi lintasan makin baik seiring berjalannya waktu.

"Kondisinya luar biasa, dan semakin lama lintasan semakin sempurna. Karena itu, kami memutuskan melakukan simulasi pada momen yang lebih sulit, saat suhu lebih tinggi. Apa pun itu, saya sangat senang dengan pekerjaan yang kami lakukan," kata rider berusia 29 tahun itu.

Terkait pengujian aerodinamika, Bagnaia mengindikasikan dirinya cenderung menggunakan fairing depan spesifikasi 2024 dengan konfigurasi berbeda pada bagian samping motor.

"Ini kombinasi dari fairing baru. Pembaruan dari spesifikasi 2025, tetapi masih mirip," jelasnya.

"Belum sepenuhnya diputuskan, tetapi kalau kami harus balapan besok, saya akan memilih spesifikasi yang saya gunakan saat simulasi, fairing 2024 dengan sayap samping yang berbeda," lanjutnya.

Recommended