Masyarakat kini dapat memulai perencanaan keuangan melalui berbagai instrumen investasi yang terjangkau seperti Tabungan Emas Pegadaian pada Kamis (30/4/2026). Layanan ini bertujuan membantu pemula mewujudkan tujuan masa depan tanpa memerlukan modal besar di awal.
Dilansir dari Bola, investasi emas menjadi salah satu opsi populer karena nilainya yang cenderung stabil dalam jangka panjang. Pegadaian memfasilitasi kebutuhan ini melalui layanan penitipan emas yang fleksibel dan dapat diakses dengan setoran nominal rendah.
Nasabah dapat mulai menabung emas dengan nominal mulai dari Rp10.000 saja. Fleksibilitas ini didukung dengan biaya pengelolaan rekening yang relatif ringan, yakni sekitar Rp30.000 per tahun untuk menjaga keterjangkauan bagi investor baru.
Sistem Tabungan Emas di Pegadaian menggunakan jaminan fisik emas 1:1, yang berarti setiap saldo yang tercatat didukung sepenuhnya oleh stok emas fisik. Layanan ini juga telah mengantongi fatwa syariah untuk menjamin kesesuaian dengan prinsip keuangan Islam.
Saldo emas yang terkumpul nantinya memiliki beragam fungsi, mulai dari dicetak menjadi emas batangan hingga ditukar menjadi perhiasan. Selain itu, aset tersebut dapat dijual kembali, digadaikan, atau ditransfer ke sesama pemilik akun Tabungan Emas.
Proses pembukaan rekening dapat dilakukan secara luring maupun daring melalui aplikasi khusus. Bagi pendaftar di cabang fisik, terdapat biaya administrasi sebesar Rp10.000 dan biaya materai Rp10.000 untuk pembelian emas minimal 0,01 gram.
Selain emas, instrumen lain seperti reksadana dan deposito juga menjadi pilihan strategi finansial. Reksadana memungkinkan pengelolaan dana oleh manajer investasi profesional, sementara deposito menawarkan bunga tetap bagi mereka yang mengutamakan keamanan modal.
Pemilihan instrumen investasi ini disarankan untuk disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing individu. Langkah awal investasi dipandang sebagai build up atau persiapan matang guna mencapai target keuangan jangka panjang.