Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mengungkapkan bahwa perubahan teknik pengereman menjadi faktor utama keberhasilannya meraih kemenangan perdana di sesi sprint MotoGP Circuit of the Americas pada April 2026. Penyesuaian gaya berkendara tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi motor RS-GP miliknya di lintasan.
Dilansir dari Bola, Martin tercatat sukses menempati podium dalam empat balapan terakhir musim 2026. Capaian ini menempatkan pembalap asal Spanyol tersebut di posisi kedua klasemen sementara, tepat di bawah rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Peningkatan performa juara dunia 2024 ini terjadi setelah ia mulai mengadopsi pengembangan aerodinamika terbaru pada motornya. Martin mengaku langsung merasa nyaman dengan perangkat baru tersebut meskipun waktu uji coba pada musim dingin lalu tergolong terbatas.
"Saya juga mengubah gaya, saya sedikit mengubah cara mengerem, dan itu membuat saya merasa jauh lebih baik dengan Aprilia," kata Jorge Martin, pembalap Aprilia Racing. Ia menambahkan bahwa teknik penggunaan tuas rem pada motor barunya sangat berbeda dibandingkan saat ia membela tim sebelumnya.
Meski tidak merinci detail teknisnya, Martin menyebutkan bahwa pendekatan pengereman tersebut sudah lebih dulu diterapkan oleh Marco Bezzecchi. Menurutnya, kekuatan motor Aprilia saat ini terletak pada beban pengereman yang telah ditingkatkan secara signifikan.
Performa impresif Martin bahkan mendapat pengakuan langsung dari Francesco Bagnaia setelah duel di lap terakhir pada balapan sprint tersebut. Bagnaia menilai peningkatan beban pengereman pada motor Aprilia membuat rivalnya itu sangat kuat saat memasuki tikungan.
Saat ini, dinamika bursa transfer MotoGP 2026 juga sedang memanas dengan kabar kepindahan para pembalap utama. Bagnaia diprediksi akan mengisi kursi yang ditinggalkan Martin di Aprilia, sementara Martin sendiri dikabarkan bakal bergabung dengan Monster Energy Yamaha MotoGP untuk musim mendatang.