PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni telah menyiapkan sebanyak 751.550 tiket untuk memenuhi kebutuhan mudik Lebaran tahun 2026. Ketersediaan tiket ini berlaku mulai dari 6 Maret (H-15) hingga 6 April 2026 (H+15), selama periode operasi angkutan Lebaran.
Menurut Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, pada periode mudik Lebaran tahun ini, pihaknya mengoperasikan 55 kapal dengan total kapasitas 56.069 kursi, sudah termasuk dispensasi kapasitas. Armada ini terdiri dari 25 kapal penumpang dengan kapasitas 44.180 kursi dan 30 kapal perintis dengan kapasitas 11.889 kursi.
Andayani menjelaskan bahwa dengan 55 kapal penumpang yang beroperasi, terdapat 56.069 seat yang tersedia untuk setiap keberangkatan. Secara keseluruhan, Pelni menyediakan 751.550 tiket untuk periode Lebaran ini. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers Angkutan Lebaran Pelni 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Pelni memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3), sementara puncak arus balik angkutan laut diperkirakan terjadi pada 2 April 2025 (H+11).
Andayani menambahkan, "Proyeksi penumpang angkutan lebaran di tahun 2026 ini sebanyak 641.025, ini memang sedikit menurun jika dibandingkan tahun lalu."
Pelni memproyeksikan keberangkatan terpadat akan terjadi di pelabuhan Makassar dengan jumlah penumpang mencapai 49.232 orang. Pelabuhan lain yang diperkirakan padat adalah Balikpapan (38.878 penumpang), Pulau Batam (32.836 penumpang), Ambon (32.603 penumpang), dan Bau-Bau (32.099 penumpang).
Sementara itu, pelabuhan kedatangan terpadat diproyeksikan terjadi di Kumai dengan 58.850 penumpang, diikuti Makassar (49.490 penumpang), Surabaya (34.366 penumpang), Balikpapan (29.167 penumpang), dan Ambon (28.247 penumpang).
Lima rute terpadat yang diprediksi adalah Batam-Belawan, Belawan-Batam, Balikpapan-Surabaya, Kumai-Semarang, dan Makassar-Surabaya. Andayani menjelaskan bahwa rute-rute tersebut menyumbang 45% dari total proyeksi angkutan Lebaran Pelni, karena menjadi titik pertemuan antara wilayah barat dan timur.
Selain itu, Andayani memastikan bahwa seluruh kapal yang dioperasikan Pelni telah menjalani proses docking dan pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan. Pihaknya juga terus memantau ketersediaan dan kesiapan alat keselamatan kapal.
Ia menegaskan, "Seluruh armada kami di masa peak season beroperasi dan seluruhnya telah melaksanakan docking. Kemudian kami juga tentu melakukan ramp check yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, sehingga seluruh kapal penumpang kami layak untuk dioperasionalkan."