Mojang Priangan Kalahkan Akademi Persib Putri di Hydroplus Soccer League U-15

Mojang Priangan berhasil mengakhiri rekor tak terkalahkan Akademi Persib Putri U-15 dalam laga Hydroplus Soccer League U-15 2025/2026. Kemenangan ini mengubah posisi puncak klasemen.

Kejutan signifikan mewarnai lanjutan ajang Hydroplus Soccer League U-15 musim 2025/2026. Tim Mojang Priangan sukses mematahkan dominasi Akademi Persib Putri U-15 yang sebelumnya belum terkalahkan. Pertandingan krusial ini berlangsung di Lapangan Infini Soefori Pusdikpom, Cimahi, pada Sabtu, 11 April 2026, seperti dilansir dari Bola.com.

Duel antara kedua tim berlangsung ketat sejak menit-menit awal, dengan masing-masing skuad berupaya menunjukkan performa terbaik demi memperebutkan posisi puncak klasemen. Hasil akhir laga ini menjadi penentu, di mana Mojang Priangan berhasil meraih kemenangan, sekaligus menghentikan rekor positif Akademi Persib Putri U-15 yang tak pernah kalah sepanjang musim ini.

Perubahan drastis terjadi pada tabel klasemen akibat hasil tersebut. Akademi Persib Putri U-15 kini menempati peringkat kedua dengan 29 poin, sementara Mojang Priangan merangsek ke posisi puncak dengan mengoleksi 30 poin.

Pelatih Persib Putri, Naftalia Nurayalza, memberikan respons positif terhadap kekalahan timnya. Ia melihat hasil ini sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan para pemain.

“Tidak apa-apa. Dalam pertandingan pasti ada kalah dan menang. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami sebagai pelatih, sekaligus pelajaran dan motivasi untuk anak-anak ke depannya,” kata Naftalia.

Menurutnya, kekalahan justru membuka kesempatan belajar yang lebih besar bagi para pemain muda. Naftalia menegaskan bahwa ia tidak ingin timnya terjebak dalam zona nyaman akibat rentetan kemenangan.

Ia menambahkan, “Kalau tidak pernah kalah, mungkin kita tidak akan belajar. Anak-anak bisa saja berada di zona nyaman. Jadi kekalahan ini kita syukuri dan jadikan pelajaran untuk ke depan.”

Naftalia juga mengakui bahwa jeda kompetisi yang cukup panjang memiliki pengaruh signifikan. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada mental pemain saat kembali bertanding.

“Pengaruhnya sangat terasa. Anak-anak terlihat panik dan tegang, apalagi menghadapi lawan yang merupakan teman sendiri dan saling mengetahui kekuatan masing-masing,” jelasnya.

Selain faktor mental, Naftalia menyoroti adanya penurunan pada aspek fisik dan teknik permainan tim. Ia menyebutkan, “Dari fisik terlihat menurun, dan dari segi teknik, sentuhan bola anak-anak sering hilang.”

Kepuasan Pelatih Mojang Priangan dan Hal yang Perlu Ditingkatkan

Di pihak lawan, pelatih Mojang Priangan, Imam Sujagad, menyambut kemenangan ini dengan rasa syukur. Ia menganggap keberhasilan timnya merupakan buah dari sikap profesional yang ditunjukkan oleh para pemain.

“Sejak awal kami tekankan profesionalisme. Meskipun satu yayasan dan saling mengenal, anak-anak harus belajar bersikap profesional sejak dini,” ungkap Imam.

Imam menilai performa tim secara keseluruhan cukup memuaskan, meski tidak sepenuhnya sempurna. Ia mengakui adanya beberapa aspek yang masih membutuhkan peningkatan, terutama setelah periode jeda kompetisi.

“Sentuhan bola sudah bagus, hanya daya tahan yang sedikit menurun. Selama Ramadan, intensitas latihan memang berkurang, ditambah faktor cuaca hujan,” terangnya.

Pelatih Mojang Priangan ini juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi timnya. Meskipun tim mampu menciptakan banyak peluang, konversi gol masih perlu diasah.

“Finishing pasti akan terus kami evaluasi. Ke depan, kami akan lebih menekankan pada dasar-dasar shooting,” tegas Imam Sujagad.

Recommended