PT Kawasan Industri Terpadu Batang atau KEK Industropolis Batang meresmikan kerja sama pengembangan fasilitas pelabuhan daratan (dryport) berbasis rel pada Rabu, 22 April 2026. Proyek integrasi logistik ini ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Juni 2026 mendatang.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KEK Industropolis Batang dengan sejumlah mitra strategis. Mitra tersebut meliputi PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
Dilansir dari Detik Finance, fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare ini diproyeksikan memiliki kapasitas awal sebesar 600.000 hingga 650.000 TEUs per tahun. Kapasitas tersebut berpeluang dikembangkan hingga mencapai 1.000.000 TEUs seiring dengan meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan sistem logistik nasional. Penggunaan moda rel diharapkan mampu menekan biaya distribusi secara signifikan bagi para pelaku usaha.
"Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi," kata Ali Murtopo Simbolon dalam keterangan resminya.
Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyediakan jaringan angkutan barang yang andal untuk mendukung ekosistem ini. Menurutnya, integrasi langsung ke kawasan industri akan menjadi pengubah permainan (game changer) dalam distribusi logistik di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo (Persero), Achmad Muchtasyar, menilai dryport ini akan berfungsi sebagai perpanjangan layanan pelabuhan laut. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan proses administrasi ekspor-impor dilakukan lebih dekat dengan lokasi pabrik atau tenant sehingga mempercepat arus barang menuju jaringan perdagangan global.