Pemerintah Indonesia telah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan efisiensi energi dan menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika global. Pembelian Pertalite kini dibatasi hingga 50 liter setiap hari untuk setiap kendaraan.
Tidak hanya Pertalite, solar subsidi jenis JBT (Jenis Bahan Bakar Tertentu) juga dikenakan pembatasan serupa khusus untuk kendaraan pribadi. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi kendaraan umum penumpang dan angkutan barang, yang pembeliannya tetap mengikuti ketentuan sebelumnya tanpa perubahan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa implementasi kebijakan ini adalah bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dikutip dari siaran pers pada Rabu, 1 April 2026, ia mengungkapkan bahwa langkah ini diambil di tengah ketegangan geopolitik global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Sekalipun kita tahu semua bahwa ketegangan geopolitik yang belum kita tahu kapan selesai, dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai macam kebijakan dalam rangka efisiensi di negaranya, kita bersyukur kepada Allah SWT atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional,” tutur Bahlil saat Konferensi Pers Transformasi Budaya Kerja Nasional & Kebijakan Energi di Seoul, Korea Selatan, seperti dilansir dari Medcom.
Ajakan Penggunaan BBM yang Bijak
Di samping pemberlakuan pembatasan, pemerintah juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas energi. Masyarakat diajak untuk menggunakan BBM secara wajar dan tidak berlebihan.
Partisipasi publik dianggap sangat krusial agar distribusi BBM dapat tetap merata ke seluruh wilayah dan mencegah terjadinya kelangkaan. “Stabilitas ini tidak bisa dijaga sendiri okeh pemerintah. Perlu dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat dengan menggunakan BBM secara bijak. Kita ikut menjaga ketersediaan energi tetap aman dan merata untuk semua,” tegas Bahlil.