Pemilik kendaraan diimbau untuk mewaspadai kondisi radiator guna mencegah mesin mengalami panas berlebih atau overheat pada Senin (27/4/2026). Komponen ini memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas suhu mesin bensin, diesel, maupun hybrid, terutama saat menghadapi suhu lingkungan yang tinggi.
Dilansir dari Medcom, sistem pendingin bekerja secara terus-menerus dengan menyerap dan membuang panas mesin melalui sirkulasi cairan pendingin (coolant). Gangguan pada proses sirkulasi ini dapat menurunkan performa kendaraan secara signifikan dan berisiko menimbulkan kerusakan mesin yang lebih serius.
Penyebab utama kerusakan radiator sering kali dipicu oleh endapan kotoran atau korosi yang menyumbat aliran cairan akibat penggunaan coolant yang tidak sesuai. Selain itu, kerusakan pada komponen pendukung seperti water pump, thermostat, dan putusnya fan belt menjadi faktor teknis yang menghentikan sirkulasi pendinginan.
Tanda-tanda awal masalah pada sistem ini dapat dikenali melalui indikator suhu mesin yang naik secara mendadak serta berkurangnya cairan pendingin dengan cepat. Kebocoran pada selang atau adanya tetesan air di bawah kolong mobil juga menjadi sinyal kuat bahwa komponen radiator memerlukan pemeriksaan segera.
Gejala fisik lainnya yang perlu diperhatikan mencakup munculnya karat pada permukaan radiator serta adanya endapan lumpur pada tutup radiator yang menandakan cairan jarang diganti. Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui pengecekan rutin pada area radiator core dan sambungan selang untuk memastikan tidak ada sumbatan.
"Kami siap membantu pengecekan radiator mobil pelanggan lewat servis berkala di bengkel atau bisa juga home service, jadi bisa service nyaman di rumah atau di kantor," kata Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, dalam keterangan resminya.
Layanan pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memastikan setiap komponen sistem pendingin tetap berfungsi optimal selama kendaraan digunakan. Pemilik kendaraan disarankan segera melakukan perbaikan jika menemukan indikasi kerusakan sebelum komponen tersebut berdampak pada kerusakan komponen internal mesin lainnya.