Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan rencana ambisius pemerintah untuk menambah sekitar 14.000 kilometer jalur kereta api di seluruh Indonesia pada Rabu (22/4/2026). Proyek ini akan difokuskan pada wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, perluasan jaringan transportasi rel ini akan dilakukan melalui dua metode utama. Pemerintah berencana melakukan reaktivasi jalur lama yang sudah tidak beroperasi serta membangun infrastruktur jalur kereta api baru sepenuhnya.
Estimasi kebutuhan dana untuk merealisasikan target tersebut mencapai Rp 1.200 triliun hingga tahun 2045 mendatang. Angka ini didasarkan pada perhitungan kasar bahwa pemerintah memerlukan alokasi anggaran sekitar Rp 60 triliun sampai Rp 65 triliun setiap tahunnya selama dua dekade ke depan.
"Sederhananya, jika dibagi 20 tahun, kurang lebih Rp 60-65 triliun harus disiapkan untuk bisa mengembangkan dan memenuhi target ataupun roadmap seperti itu," ujar AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pelaksanaan proyek multitahun ini tidak hanya akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah berencana melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan investasi swasta asing.
Saat ini, pemerintah masih dalam tahap penyusunan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) yang baru sebagai landasan hukum dan teknis proyek tersebut. Penyesuaian dokumen ini diperlukan karena pengembangan infrastruktur harus mempertimbangkan tantangan geografis yang berbeda di setiap pulau.
AHY menegaskan bahwa angka Rp 1.200 triliun tersebut masih berupa perkiraan awal dan belum bersifat final. Biaya pembangunan di lapangan akan sangat bergantung pada kondisi lingkungan serta kompleksitas medan di lokasi proyek yang akan dikembangkan.