Pemerintah Dorong Swasembada Aspal Nasional dengan Optimalisasi Asbuton

Indonesia berencana mencapai swasembada aspal melalui pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) untuk menekan impor hingga 80% dan menghemat Rp 4 triliun.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada aspal nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak, yang merupakan bahan baku utama produksi aspal. Optimalisasi pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) menjadi strategi kunci, mengingat ketergantungan impor aspal yang saat ini mencapai 80%.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan, upaya ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap aspal berbasis minyak bumi. Kebutuhan aspal di Indonesia mencapai sekitar 1 juta ton per tahun dan diproyeksikan meningkat menjadi 1,5 juta ton per tahun di masa mendatang, seperti dilansir dari Detik Finance.

Cadangan Asbuton di Indonesia sangat melimpah, namun pemanfaatannya masih minim, sekitar 4%. Oleh karena itu, pemerintah berencana meningkatkan penggunaan Asbuton hingga 30%. Inisiatif ini dipercaya akan memberikan dampak ekonomi signifikan.

Peningkatan penggunaan Asbuton olahan dapat menghemat anggaran negara sekitar Rp 4 triliun dan berpotensi menambah penerimaan pajak hingga Rp 2 triliun. Program ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi rantai pasok industri dalam negeri, menurut Doddy.

Lebih lanjut, pengembangan industri Asbuton diperkirakan akan menciptakan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 23 triliun. Selain itu, upaya ini juga berpotensi membuka ribuan lapangan kerja baru, mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Doddy menyoroti bahwa selama ini Asbuton banyak diekspor ke negara lain, termasuk China. Ia berpendapat, jika negara lain dapat memanfaatkan produk ini, Indonesia seharusnya juga mampu mengoptimalkan penggunaannya di dalam negeri.

Recommended