Pemerintah Impor Minyak Mentah dari AS Usai Selat Hormuz Ditutup

Pemerintah Indonesia mengalihkan 25% impor minyak mentah dari Timur Tengah ke AS setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Pemerintah mencari sumber impor minyak mentah baru setelah Iran menutup Selat Hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahli Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia telah memesan minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) untuk menjaga pasokan minyak tetap aman.

Bahlil menyampaikan, "Sekarang udah mulai jalan," saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Rabu malam (4/3/2026).

Sebanyak 25% porsi impor minyak mentah dari Timur Tengah kini dialihkan ke AS, kata Bahlil. Pemesanan dilakukan secara bertahap karena kapasitas penyimpanan (storage) minyak mentah Indonesia terbatas.

"Bertahap, ya bertahap itu kan bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan enggak cukup. Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage," terang Bahlil.

Pemerintah berencana membangun storage baru yang mampu menampung pasokan minyak mentah untuk tiga bulan ke depan.

Bahlil telah melaporkan rencana pembangunan ini kepada Presiden Prabowo Subianto. "Makanya kami mau buat sekarang storage. Kalau enggak begini, kita enggak pernah berpikir. Saya udah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera bangun. Supaya apa? Ini kan kita butuh survival. Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau enggak kita tergantung terus," ujar Bahlil.

Recommended