Pemerintah Jamin Stok Pangan Jemaah Haji Indonesia Aman di Timur Tengah

Menko Pangan Zulkifli Hasan pastikan stok pangan jemaah haji aman meski ada ketegangan geopolitik, termasuk pasokan 3 juta paket makanan siap saji.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan stok pangan bagi jemaah haji Indonesia dalam kondisi aman dan mencukupi di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah pada Selasa (21/4/2026). Kepastian ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran jemaah mengenai pasokan konsumsi selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Dilansir dari Detik Finance, pemerintah telah menyiapkan skema pemenuhan pangan melalui pelibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) nasional untuk menyediakan produk makanan siap saji. Langkah ini didukung oleh kesepakatan resmi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi guna mempermudah proses distribusi logistik.

"Menteri Perdagangan tadi sudah berhasil MOU dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi. Kita bisa ngirim makanan ke jemaah kita bebas enggak dipersulit dari Arab Saudinya, tapi makanan itu hanya untuk jemaah kita," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta Pusat.

Zulkifli menegaskan bahwa produk makanan yang dikirimkan tersebut dikhususkan bagi konsumsi internal jemaah asal Indonesia. Berdasarkan perjanjian tersebut, komoditas pangan ini dilarang untuk diedarkan secara komersial atau diperjualbelikan secara luas di pasar Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menambahkan bahwa sebanyak 3 juta paket makanan siap saji (RTE) telah disiapkan untuk kebutuhan tersebut. Pasokan pangan ini dialokasikan bagi 200.000 jemaah untuk durasi konsumsi selama enam hari, tepatnya mulai tanggal 7 hingga 13 Dzulhijjah.

Penggunaan makanan siap saji ini dipilih sebagai solusi logistik saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada periode tersebut, kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi menyulitkan penyelenggara untuk mendistribusikan bahan makanan segar kepada para jemaah di lokasi prosesi ibadah.

Irfan menjelaskan bahwa saat ini seluruh paket makanan tersebut sudah dalam proses pengiriman dari Indonesia. Menu siap saji ini berfungsi sebagai hidangan selingan guna menjaga stamina jemaah selama menghadapi kepadatan jadwal pada fase puncak haji.

Recommended