Pemerintah Sinyal Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengindikasikan potensi kenaikan harga BBM non-subsidi seiring lonjakan harga minyak global hingga US$ 115 per barel.

Pemerintah tengah mengkaji potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Hal ini menyusul lonjakan harga minyak dunia yang saat ini menembus angka US$ 115 per barel, memicu spekulasi di kalangan masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa penyesuaian harga kemungkinan besar akan difokuskan pada jenis BBM yang diperuntukkan bagi kalangan mampu. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Jepang, dilansir dari Detik Finance pada Selasa (31/3/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 telah mengatur dua formulasi harga BBM, yakni untuk industri dan non-industri. Menurutnya, harga BBM untuk sektor industri akan terus bergerak mengikuti harga pasar tanpa perlu pengumuman resmi.

"Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," ungkap Bahlil.

Jenis BBM kategori industri yang dimaksud, seperti bensin dengan Research Octane Number (RON) 95 dan RON 98, secara otomatis akan mengikuti mekanisme pasar. BBM jenis inilah yang berpotensi mengalami kenaikan harga, mengingat penggunaannya lebih banyak oleh masyarakat mampu.

Bahlil menambahkan bahwa pemerintah tidak memikul beban subsidi untuk kelompok pengguna BBM tersebut. Sebab, mereka dinilai mampu membayar sesuai harga yang berlaku di pasaran.

"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah," jelasnya.

Sementara itu, untuk BBM bersubsidi, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah masih berupaya menahan harganya. Belum ada keputusan untuk menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.

"Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujarnya.

Masyarakat diminta untuk menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan harga BBM ke depan. "Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," pungkas Bahlil.

Recommended