Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS 100 Gigawatt Hingga Tahun 2028

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS 100 GW pada 2026-2028 untuk mempercepat transisi energi dan swasembada energi bersih nasional.

Pemerintah Indonesia memproyeksikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 100 Gigawatt (GW) dalam periode 2026 hingga 2028. Target ambisius ini dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis untuk mempercepat transisi energi menuju swasembada energi bersih pada Jumat, 24 April 2026.

Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, menjelaskan bahwa percepatan pemanfaatan energi surya ini selaras dengan penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru. Langkah tersebut diambil guna memenuhi target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 mendatang sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Pemerintah juga mendorong percepatan pemanfaatan energi surya. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan (2026-2028) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Sahid Junaidi.

Sahid menambahkan bahwa energi surya dinilai memiliki potensi paling besar di antara sumber energi baru terbarukan (EBT) lainnya di Indonesia. Pemanfaatan ini juga akan dioptimalkan melalui pengembangan teknologi rooftop solar PV atau sel surya atap di berbagai sektor.

Merespons target tersebut, PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyatakan komitmen penuh untuk menyediakan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah. Perusahaan pelat merah ini fokus pada pengembangan ekosistem energi bersih guna mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa keterlibatan korporasi mencakup peran dari sejumlah anak usaha. Di antaranya adalah PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, serta PLN Indonesia Power Services yang bergerak di sektor jasa infrastruktur listrik.

Selain fokus pada pembangunan fisik PLTS, PLN IP juga mulai mengintegrasikan pengembangan energi panas bumi dalam peta jalan transisi energinya. Perusahaan turut menggandeng pelaku UMKM binaan untuk berpartisipasi dalam ekosistem pendukung penyediaan energi terbarukan tersebut di seluruh Indonesia.

Recommended