Pemilik kendaraan di Jakarta diimbau untuk tidak melakukan pemolesan kaca depan secara berlebihan guna menghindari risiko penipisan material yang memicu keretakan permanen pada Senin, 4 Mei 2026. Tindakan perawatan yang terlalu sering justru membuat kaca menjadi rentan pecah saat terkena benturan benda keras sekecil apa pun di jalan raya.
Dilansir dari Medcom, proses pemolesan yang melewati batas wajar dapat mengurangi ketebalan kaca dan menghilangkan lapisan pelindung teknologinya. Kondisi ini menyebabkan kaca depan kehilangan kekuatan strukturalnya dalam melindungi pengemudi dan penumpang dari benturan eksternal atau paparan panas matahari yang ekstrem.
Estimasi biaya penggantian kaca depan di Indonesia saat ini berada pada rentang harga normal mulai dari Rp1.500.000 hingga Rp5.000.000 per unit. Besaran biaya tersebut sangat bergantung pada merek kendaraan, produsen kaca, serta spesifikasi teknologi yang tertanam pada komponen tersebut.
Data dari Car Glass mengungkapkan bahwa kerusakan sering kali dipicu oleh kerikil kecil yang terlontar dari kendaraan lain atau pemuaian akibat suhu udara yang sangat terik. Faktor model dan tahun pembuatan kendaraan juga menjadi penentu utama dalam klasifikasi harga suku cadang kaca depan di pasar otomotif.
Sebagai perbandingan, penggantian kaca untuk kategori mobil MPV atau City Car seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 sudah termasuk jasa pasang. Sementara itu, untuk kategori mobil pikap, harga kaca saja dibanderol mulai dari Rp240.000 hingga Rp600.000.
Kendaraan jenis SUV atau sedan menengah seperti Toyota Rush dan Daihatsu Terios memerlukan biaya penggantian sekitar Rp1.500.000 sampai Rp2.500.000. Untuk kategori mobil mewah asal Eropa atau unit CBU (Built-up), biaya yang dikeluarkan pemilik kendaraan bisa mencapai lebih dari Rp5.000.000 karena fitur dan spesifikasi bodi yang lebih kompleks.
Perbedaan signifikan harga juga ditemukan pada variasi tahun produksi, di mana mobil keluaran tahun tua cenderung memiliki fitur kaca yang lebih sederhana sehingga biaya penggantiannya lebih murah dibandingkan model terbaru. Kerusakan yang berawal dari retakan kecil akibat batu tetap memerlukan penggantian penuh jika struktur kaca dinilai sudah tidak aman untuk visibilitas berkendara.