Jumlah pemudik yang memilih mobil listrik sebagai transportasi mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan mencapai 30 ribu kendaraan. Peningkatan ini mendorong produsen otomotif, seperti BYD Indonesia, untuk meningkatkan layanan kepada konsumen.
Head of Marketing PR & Government Relation BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan, menyampaikan bahwa penambahan BYD Posko Mudik 2026 adalah respons terhadap tren peningkatan pengguna EV. Hal ini diungkapkan saat peresmian posko mudik di Rest Area KM 57A pada Jumat (13/3/2026).
Menurut Luther T. Panjaitan, salah satu faktor utama yang mendorong kepercayaan masyarakat terhadap EV adalah perbandingan biaya perjalanan yang lebih ekonomis. "Salah satu alasan mengapa semakin banyak masyarakat yang percaya untuk menggunakan EV adalah karena komparasi biaya perjalanannya. Secara angka, potensi penghematan yang cukup signifikan bisa lebih dari 40% saat menggunakan EV bila dibandingkan mobil konvensional," ujar Luther T Panjaitan.
Sebagai ilustrasi, Luther menggambarkan perbedaan biaya antara kendaraan konvensional dan EV. Kendaraan konvensional dengan konsumsi 18 km per liter membutuhkan 44,5 liter bahan bakar, dengan perkiraan biaya lebih dari Rp 450.000 untuk perjalanan mudik.
Sementara itu, simulasi menggunakan BYD M6 menunjukkan konsumsi energi sebesar 8 km per kwh. Untuk perjalanan yang sama, mobil ini hanya menghabiskan daya 100 kwh, dengan biaya sekitar Rp 263.000.
Posko mudik BYD tidak hanya menyediakan tempat istirahat, tetapi juga fasilitas pengisian daya cepat. Hal ini dilatarbelakangi oleh hasil survei sebelumnya yang menunjukkan bahwa 28 persen responden membutuhkan fasilitas tersebut.
"Selain fast charging, posko mudik ini dirancang untuk menawarkan fasilitas yang komprensif. Di antaranya dukungan servis kendaraan, area ruang tunggu yang nyaman, customer service yang siaga, semuanya dioperasikan langsung oleh BYD dan jaringan delivery."
Selain posko mudik, BYD juga menyediakan layanan Bengkel Siaga di 21 titik di seluruh Indonesia. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh konsumen untuk pengecekan kendaraan sebelum dan sesudah mudik Lebaran 2026.