Pengadilan Utrecht resmi menolak gugatan prosedur darurat yang diajukan klub NAC Breda terhadap Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada persidangan yang berlangsung Senin (4/5/2026) sore waktu setempat. Putusan ini mengakhiri polemik administrasi paspor pemain Go Ahead Eagles, Dean James, yang sempat dipersoalkan oleh NAC Breda.
Dilansir dari Bola, hakim memutuskan bahwa kekalahan telak 0-6 yang dialami NAC Breda dari Go Ahead Eagles pada Maret 2026 lalu tetap dinyatakan sah. Pengadilan juga secara tegas menolak tuntutan untuk menggelar pertandingan ulang antara kedua tim tersebut.
Kasus ini bermula ketika NAC Breda menemukan bukti bahwa Dean James tidak memenuhi syarat bermain saat laga 15 Maret 2026 karena kehilangan paspor Belanda miliknya demi menjadi warga negara Indonesia. Meski mengakui ada kesalahan administratif, hakim menilai KNVB memiliki diskresi penuh dalam menentukan sanksi.
Pertimbangan utama hakim dalam memenangkan KNVB adalah guna menghindari kekacauan kompetisi. Jika laga diulang, terdapat potensi 133 pertandingan lain yang harus mengalami hal serupa, sehingga integritas dan jadwal liga secara keseluruhan terancam rusak.
"NAC telah memutuskan untuk tidak menyatakan putusan hakim bahwa pertandingan melawan Go Ahead Eagles harus dinyatakan tidak sah dan tidak perlu diulang. Tidak ada proses lebih lanjut yang akan dilakukan," kata pihak NAC Breda melalui pernyataan resminya.
Pasca kekalahan di pengadilan, NAC Breda kini memilih untuk fokus pada sisa kompetisi Eredivisie. Tim asuhan Carl Hoefkens tersebut saat ini masih terhimpit di posisi ke-17 klasemen sementara dengan perolehan 25 poin dari 32 pertandingan.
Upaya untuk menghindari degradasi akan ditentukan dalam dua pertandingan terakhir musim ini. NAC Breda dijadwalkan akan berhadapan dengan Heerenveen dan AZ Alkmaar sebagai laga krusial demi mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi liga Belanda.